KUPI BEUNGOH
Pariwisata Simeulue Diminati Asing, Pergi Via Medan, Pemda Aceh Mesti Membinanya
Pulau Simeulue dikenal memiliki alam yang menakjubkan, terutama ombak laut pada musim angin barat.
Jika tidak, Simeulue akan tetap menjadi destinasi selancar kelas dunia dengan akses yang terbatas. Wisatawan tetap datang, tetapi manfaat ekonomi tidak sepenuhnya tinggal di Aceh.
Pada akhirnya, pariwisata yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi daerah justru berubah menjadi peluang yang terlewatkan.
Baca juga: Menyapa Pantai Pasir Tinggi, Mutiara Biru dari Pulau Simeulue
Melihat potensi pariwisata Simeulue yang sangat besar dan memiliki daya tarik alami, khususnya di sektor selancar, maka Pemerintah Aceh melalui Disbudpar perlu memberi perhatian khusus kepada Simeulue dalam mengembangkan diri.
Berkembangnya pariwisata akan berdampak pada pertumbuhan UMKM-UMKM, terutama level micro, yang baru.
Selain usaha penginapan, usaha makanan, laundry, souvenir, jasa transportasi hingga guide bertumbuhan. Semua ini berdampak pada pengurangan angka pengangguran dan menekan kemiskinan.
*) PENULIS adalah Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam FDK UIN Ar-Raniry
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
| Perang dan Damai - Bagian 9, Perjalanan Ke Manado Kota Toleransi |
|
|---|
| Prabowo, Doli, dan Mualem di Balik Perpanjangan Otsus Aceh |
|
|---|
| Sosok Ismail Rasyid, Pengusaha Asal Aceh yang Menembus Batas-batas Kemungkinan |
|
|---|
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
| Peusijuk: Dari Warisan Budaya ke Katalisator Pendidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Lukluk-Hasanah-_-Mahasiswa-Prodi-Komunikasi-dan-Penyiaran-Islam-FDK-UIN-Ar-Raniry.jpg)