Jumat, 17 April 2026

Jurnalisme Warga

Perjalanan yang Memberi Makna di Negeri Seribu Pulau

Gugus kepulauan sekitar 86 pulau ini menawarkan panorama yang seolah tak tersentuh waktu. Deretan pulau kecil seperti Palambak Ketek dan

Editor: mufti
for serambinews/IST
IKHWANUL KIRAM, Konten kreator dan sineas muda asal Aceh, melaporkan dari Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil 

IKHWANUL KIRAM, konten kreator dan sineas muda asal Aceh, melaporkan dari Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil

Sering dijuluki sebagai “Maldive-nya Indonesia”, Pulau Banyak di Kabupaten Aceh Singkil memang menyimpan gugusan pulau eksotis, hamparan pasir putih, serta air laut yang begitu jernih hingga tampak jelas ke dasar terumbu karang dari permukaan laut.

Gugus kepulauan sekitar 86 pulau ini menawarkan panorama yang seolah tak tersentuh waktu. Deretan pulau kecil seperti Palambak Ketek dan Palambak Gadang, Tailana, dan Pulau Rangit menghadirkan lanskap tropis yang memikat dan bikin takjub siapa pun yang datang.

Namun, perjalanan saya ke Pulau Banyak kali ini bukan sekadar perjalanan wisata untuk memanjakan mata. Ia menjadi perjalanan batin, sebuah pengalaman yang membuka mata dan hati karena saya berkesempatan mengikuti Program Sukarelawan Bermuda (Bersama Sukarelawan Muda) Chapter Ke-4.

Sebelumnya, kegiatan Bermuda telah dilaksanakan di berbagai wilayah Aceh, seperti Sabang, Pulo Aceh (Aceh Besar), dan Takengon (Aceh Tengah).

Setiap chapter menghadirkan cerita dan tantangan yang berbeda. Namun, di Pulau Banyak, kami merasakan kombinasi antara keindahan alam yang luar biasa dan realitas sosial yang mengajak kami untuk berpikir lebih dalam tentang arti pengabdian.

Tidak hanya menawarkan pesona laut biru dan gugusan pulau kecilnya, Pulau Banyak mengajarkan kepada kami arti tentang kepedulian dan makna hadir untuk sesama.

Program ini bertujuan untuk berkontribusi pada perubahan Indonesia di sektor pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, sekaligus menjadi wadah bagi anak muda yang ingin mengabdikan diri demi kemajuan negeri.

Kami datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai pembelajar yang ingin memahami kehidupan masyarakat pesisir secara lebih dekat.

Setibanya di lokasi, sambutan hangat warga seakan menghapus rasa lelah perjalanan panjang yang kami tempuh dari Banda Aceh, kurang lebih 21 jam.

Senyum anak-anak yang polos dan penuh rasa ingin tahu menjadi energi baru bagi kami. Kehidupan masyarakat di kepulauan ini begitu sederhana, tetapi sarat dengan nilai kekeluargaan. Mereka menyambut kami dengan tangan terbuka, seolah

kami adalah bagian dari keluarga yang telah lama dinantikan.

Dalam kegiatan Bermuda Chapter 4, kami fokus pada tiga divisi utama: Edu-Culture (Pendidikan dan Kebudayaan), Eco-Craftour (Ekonomi Kreatif dan Pariwisata), serta Eco-Healthcare (Kesehatan dan Lingkungan).

Pada divisi Edu-Culture, kami menyelenggarakan kelas belajar sederhana untuk anak-anak. Kegiatan membaca, menulis, menggambar, hingga permainan edukatif kami rancang agar mereka dapat belajar sambil bersenang-senang.

Di divisi Eco-Craftour, kami berupaya mendorong kesadaran akan potensi ekonomi kreatif berbasis pariwisata. Pulau Banyak memiliki sumber daya alam yang luar biasa, tetapi  belum sepenuhnya dikelola secara optimal.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved