Jurnalisme Warga
Perjalanan yang Memberi Makna di Negeri Seribu Pulau
Gugus kepulauan sekitar 86 pulau ini menawarkan panorama yang seolah tak tersentuh waktu. Deretan pulau kecil seperti Palambak Ketek dan
pemuda akan menciptakan rasa memiliki yang kuat terhadap Pulau Banyak.
Ketika masyarakat diberdayakan sebagai pelaku utama, pariwisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan lingkungan.
Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa pengabdian tidak hanya tentang memberi, tetapi juga tentang belajar dan memahami.
Pulau Banyak bukan sekadar destinasi wisata dengan laut biru dan pasir putih. Ia adalah ruang hidup, ruang harapan, dan ruang masa depan bagi warganya.
Setiap anak yang tersenyum di kelas sederhana, setiap warga yang ikut membersihkan pantai, dan setiap sukarelawan yang datang dengan niat tulus, adalah bagian dari mozaik perubahan kecil yang perlahan membentuk dampak besar.
Pulau Banyak memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi unggulan: alam yang memesona, masyarakat yang ramah, serta generasi muda yang peduli. Yang masih kurang hanyalah keberpihakan kebijakan dan keseriusan pengelolaan.
Sudah saatnya potensi besar ini tidak lagi diabaikan, melainkan dirawat dengan visi yang jelas dan langkah nyata yang berkelanjutan.
Karena pada akhirnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari seberapa indah pemandangannya, tetapi dari seberapa besar perhatian dan tanggung jawab kita dalam menjaganya. Dan, Pulau Banyak, dengan segala pesonanya, sedang menunggu untuk benar-benar diperjuangkan bukan hanya sebagai surga tersembunyi, melainkan juga sebagai simbol kebangkitan wisata bahari Indonesia yang lahir dari kolaborasi, kepedulian, dan cinta terhadap negeri.
Jurnalisme Warga
penulis jurnalisme warga
Penulis JW
Perjalanan yang Memberi Makna di Negeri Seribu Pul
IKHWANUL KIRAM
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Bermain Ular Tangga Sambil Kelola Emosi di Pesantren Baitul Arqam Muhammadiyah |
|
|---|
| Green Jihad, Menanam Harapan di Tanah Pernah Tenggelam |
|
|---|
| Ketika Manusia Mengagungkan AI, Terjadilah Pergeseran Nilai Agama dan Sosial |
|
|---|
| Lima Tahun UBBG, Kampus Bermutu dan Maju, Refleksi Dies Natalis Ke-5 |
|
|---|
| Layar yang Mengubungkan Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/IKHWANUL-KIRAM-OKE.jpg)