Opini
Teori Cermin Imam Al-Ghazali dan Puasa Ramadhan
DALAM sebuah hadis Rasulullah saw menyatakan bahwa, “Sesungguhnya dalam tubuh kita ada segumpal daging. Jika ia sehat
Yang kedua, kata ikhtisaban, dimaksudkan adalah kita melakukan amalan-amalan dalam bulan Ramadhan dengan sepenuh hati, ikhlas, benar-benar ajakan dari hati kita sendiri dengan niat memenuhi panggilan Allah, bukan karena malu dengan tetangga, atau tidak enak dengan bawahan. Jika kita dapat melakukan ibadah secara sempurna dengan sepenuh hati sehingga terlihat seperti menghidupkan bukan Ramadhan, maka seperti sabda Nabi saw, akan terampunkan semua dosa-dosa kita masa lalu.
Dengan demikian berarti kita telah suci dari dosa. Ketika kita sudah suci dari dosa, berarti hati kita sudah bersih dari titik noda hitam. Ketika situasi seperti inilah hati kita dapat menangkap sinar Ilahi secara sempurna dan dapat mengalirkan ke seluruh anggota tubuh kita yang kemudian setiap gerakan anggota tubuh kita selalu dalam bimbingan sinar Ilahi.
Semoga saja semua kita dapat mencapai tingkat kebersihan sebagaimana sabda Rasulullah, sehingga seluruh gerakan dari anggota tubuh kita benar-benar selalu menghasilkan kebaikan-kebaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-M-Hasbi-Amiruddin-MA-IIIII.jpg)