Kamis, 11 Juni 2026

Kupi Beungoh

Setahun Melanjutkan Perjuangan Abu Kuta Krueng

Karena itu, setahun pertama ini saya jalani dengan perasaan yang bercampur antara rasa syukur, rasa takut, dan rasa tanggung jawab yang besar.

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
Serambinews.com/HO
Dr. Tgk. H. Anwar Usman (Abiya Kuta Krueng)  

Bagi saya pribadi, pengajian langsung bersama guru dan santri bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi bagian dari tradisi pendidikan dayah yang menjaga hubungan spiritual antara guru dan murid.

Pengembangan Pendidikan Tinggi Dayah

Salah satu ikhtiar penting yang kami lakukan adalah mengembangkan program Ma'had Aly di lingkungan dayah. Lembaga ini menjadi wadah pendidikan tinggi berbasis turats yang berfokus pada kajian Tafsir dan Ulum al-Qur’an.

Saat ini kami juga sedang mengajukan izin pembukaan Marhalah Tsāniyah, yaitu program pendidikan setingkat magister (S2) di Ma’had Aly Darul Munawwarah.

Harapan kami, program ini dapat memperkuat posisi dayah sebagai pusat pengkaderan ulama yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus kemampuan menjawab persoalan umat.

Alhamdulillah, hingga saat ini 31 orang alumni Ma’had Aly Darul Munawwarah telah menyelesaikan studi pada jenjang magister, sementara 5 orang alumni lainnya sedang menempuh pendidikan doktoral di berbagai perguruan tinggi.

Selain itu, puluhan alumni Ma’had Aly Darul Munawwarah juga telah lulus seleksi PPPK dan kini mengabdi di berbagai instansi pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan.

Ini menjadi bukti bahwa pendidikan dayah yang berbasis turats tetap memiliki relevansi dan kontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat modern.

Beberapa Ikhtiar Program Pengembangan

Dalam satu tahun terakhir, bersama para guru dan pengurus dayah, kami juga berusaha mengembangkan beberapa program yang diharapkan dapat memperkuat peran dayah dalam pembinaan santri dan pelayanan masyarakat.

Pertama, kami menginisiasi Lajnah Tahfizul Qur’an (LTQ) sebagai wadah khusus bagi para santri yang ingin mendalami hafalan Al-Qur’an. Saat ini jumlah santri tahfiz putra dan putri yang mengikuti program ini telah mencapai sekitar 115 orang.

Kami berharap dari program ini akan lahir generasi ḥuffāẓ yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta pemahaman agama yang mendalam.

Kedua, kami membentuk Lajnah Lughah sebagai program penguatan bahasa Arab di lingkungan dayah. Bahasa Arab adalah kunci untuk memahami turats ulama dan sumber-sumber keilmuan Islam.

Ketiga, kami juga mengembangkan program BLK Tata Busana Al-Munawwarah sebagai bagian dari pemberdayaan keterampilan santri dan masyarakat.

Keempat, dalam bidang pelayanan kesehatan, kami bersyukur bahwa Klinik Al-Munawwarah yang berada di lingkungan dayah telah memperoleh akreditasi paripurna.

Klinik ini tidak hanya melayani santri, tetapi juga masyarakat sekitar dayah.

Dayah untuk Kemanusiaan

Dalam satu tahun terakhir Aceh juga diuji dengan berbagai musibah bencana, seperti banjir dan longsor yang menimpa beberapa wilayah.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved