Pojok Humam Hamid
Strategi “Ie Bu Peudah” Mesin Perang Iran Melawan AS–Israel - Bagian III
Seperti ramuan ie bu peudah, kekuatan Iran tidak lahir dari satu senjata super, melainkan dari kombinasi kecil yang saling memperkuat.
Oleh: Ahmad Humam Hamid*)
Dalam perang, inovasi jarang lahir dari ruang kosong.
Banyak strategi yang tampak baru sebenarnya memiliki akar yang sangat tua dalam sejarah militer.
Jauh sebelum drone dan rudal balistik menjadi simbol perang abad ke-21, para jenderal besar sudah memahami bahwa kemenangan sering kali tidak ditentukan oleh satu kekuatan dominan.
Dari manuver Hannibal Barca di Perang Cannae hingga perjalanan epik Mao Zedong dalam Long March, sejarah menunjukkan pola yang sama: kekuatan sejati lahir dari kemampuan menyatukan banyak unsur kecil menjadi tekanan strategis yang tidak terduga.
Kisah Hannibal Mengalahkan Legiun Romawi
Pada tahun 216 SM, Hannibal menghadapi pasukan Republik Romawi yang dipimpin dua konsul, Lucius Aemilius Paullus dan Gaius Terentius Varro.
Pasukan Romawi jauh lebih besar dan terkenal disiplin.
Namun Hannibal tidak mencoba mengalahkan mereka dengan kekuatan tunggal.
Ia menyusun pasukannya sebagai sistem yang kompleks: infanteri Iberia di pusat, pasukan Afrika di kedua sayap, dan kavaleri Numidia yang menyerang dari belakang.
Ketika legiun Romawi maju, mereka justru terjebak dalam pengepungan ganda, banyak tewas, dan Paullus gugur.
Kemenangan Hannibal tidak lahir dari satu pasukan unggul, melainkan dari kombinasi berbagai elemen kecil yang bekerja secara sinkron, prinsip yang sama seperti ie bu peudah.
Strategi Mao Zedong Menguasai Tiongkok
Berabad-abad kemudian, Mao Zedong menghadapi tantangan serupa saat memimpin pasukan komunis dalam Long March pada 1934–1935.
Pasukan yang jauh lebih lemah dibandingkan tentara nasionalis Tiongkok harus bergerak ribuan kilometer melintasi pegunungan, sungai, dan wilayah pedalaman.
Mao mengandalkan mobilitas tinggi, perang gerilya, sabotase jalur logistik, infiltrasi politik desa, dan tekanan psikologis berkelanjutan.
Serangan kecil dilakukan berulang kali; pos musuh diserang; jalur suplai diganggu.
Ie Bu Peudah
Iran
perang iran amerika
Perang Iran vs AS
Perang Iran vs AS-Israel
Amerika Serikat
Israel
pojok humam hamid
Eksklusif
multiangle
Meaningful
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| Survei Nasional Terbaru Tentang Perang Iran: Sebaiknya Prabowo Ekstra Hati-Hati |
|
|---|
| Skenario Akhir Trump: Tumpulnya Strategi Bisnis Dalam Perang Iran |
|
|---|
| Aturan Baru Komdigi: Kenapa Semua Orang Tua Harus Senang? |
|
|---|
| Akankah Darurat Energi Menjadi Kiamat Energi Bagi Asia dan Indonesia? |
|
|---|
| Strategi Leher Botol - Choke Point: Thermopylae, Gallipoli, Ukraina, dan Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Ahmad-Humam-Hamid-oktober-2025.jpg)