Selasa, 28 April 2026

KUPI BEUNGOH

Mineral, Industri dan Kehilangan Insinyur Tambang : Bagian 3

Dahulu industri pertambangan relatif sederhana, dari geologi hingga pengolahan mineral dan metalurgi.

Editor: Firdha Ustin
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS
Ir Izzan Nur Aslam ST MEng, dosen Program Studi Teknik Pertambangan USK dan Industri-Academia Liaison di PERHAPI Aceh. 

Oleh Ir. Izzan Nur Aslam, S.T., M.Eng *)

Bagian 1 & Bagian 2.

Pada Bagian 2, kita melihat bahwa dunia tetap membutuhkan tambang baru meskipun konsep ekonomi sirkular dan daur ulang terus berkembang.

Hal ini juga relevan bagi Indonesia, termasuk Aceh yang memiliki potensi sumber daya alam besar.

Namun muncul pertanyaan penting: jika dunia tetap membutuhkan pertambangan, siapa yang akan menjalankan industri tersebut di masa depan?

Dahulu industri pertambangan relatif sederhana, dari geologi hingga pengolahan mineral dan metalurgi.

Kini prosesnya jauh lebih kompleks karena harus memasukkan efisiensi proses, pengelolaan limbah, pengembangan material baru, dan keberlanjutan.

Pertambangan modern tidak lagi sekadar menggali bumi, tetapi juga mengelola sumber daya secara bertanggung jawab.

Krisis Tenaga Kerja di saat Universitas Kehilangan Mahasiswa

Di tengah kompleksitas tersebut muncul masalah baru: kekurangan tenaga kerja di sektor pertambangan.

Di Kanada, kebutuhan tenaga kerja tambang pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 80.000 hingga 120.000 orang.

Di Amerika Serikat, jumlah pekerja tambang menurun 20,4 persen dalam sepuluh tahun terakhir.

Chile membutuhkan sekitar 25.000 pekerja baru, sementara di Australia pertumbuhan pekerjaan di sektor tambang hanya sekitar 5,9?lam lima tahun terakhir.

Di Amerika Utara, jumlah mahasiswa teknik pertambangan menurun hingga 50 % sejak 2013, termasuk di Colorado School of Mines, sekolah tambang berperingkat 1 di dunia dalam satu dekade terakhir menurut QS World Ranking.

Secara keseluruhan, program studi pertambangan di Amerika Serikat bahkan mengalami penurunan hingga 63 % .

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir mulai terlihat sedikit peningkatan dengan dibukanya kembali beberapa program studi tambang yang sebelumnya ditutup.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved