Senin, 20 April 2026

KUPI BEUNGOH

Mineral dan Universitas: Dari Kampus Ke Industri Tambang Masa Depan : Bagian 4

Pertanyaan ini membawa kita pada diskusi yang lebih luas tentang hubungan antara universitas, industri, dan masyarakat.

Editor: Firdha Ustin
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS
Ir Izzan Nur Aslam ST MEng, dosen Program Studi Teknik Pertambangan USK dan Industri-Academia Liaison di PERHAPI Aceh. 

Oleh Ir. Izzan Nur Aslam, S.T., M.Eng *)

Pada Bagian 3, kita melihat bahwa dunia membutuhkan mineral dan pertambangan, tetapi minat generasi muda terhadap industri pertambangan justru menurun di level global, yang cenderung kontradiktif dengan yang ada di Indonesia, atau bahkan geliatnya di Aceh.

Hal ini memunculkan pertanyaan baru yang tidak kalah penting: jika tambang dan sumber daya mineral tetap diperlukan, bagaimana peran institusi pendidikan dalam mempersiapkan manusia yang mampu mengelola sumber daya tersebut secara bertanggung jawab?

Pertanyaan ini membawa kita pada diskusi yang lebih luas tentang hubungan antara universitas, industri, dan masyarakat.

Sebagai universitas dengan visi menjadi sociopreneur, salah satu karakter penting dari sociopreneurship adalah adanya kepedulian terhadap misi sosial.

Pertumbuhan socio-technopreneurship yang berbasis pada misi sosial serta adopsi teknologi dapat mempercepat perkembangan technopreneurship, mengurangi berbagai masalah sosial, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong transfer teknologi dan inovasi, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun muncul pertanyaan penting: apakah sociopreneurship sama dengan entrepreneurship yang berorientasi penuh pada keuntungan?

Dalam banyak hal, pertanyaan ini mirip dengan perdebatan yang sempat heboh dahulu mengenai apakah universitas layak untuk mengelola tambang dan sumber daya mineral.

Pada saat itu, berbagai jawaban dan gagasan telah muncul. Salah satu gagasan yang dapat dipertimbangkan adalah pembentukan dana abadi dari industri tambang dan industri mineral yang dikelola pemerintah dan kemudian didistribusikan kepada universitas.

Skema seperti ini memungkinkan universitas yang tidak memiliki program studi pertambangan tetap memperoleh manfaat dari industri tersebut.

Dengan cara ini, universitas tetap dapat memberikan kontribusi keilmuan terhadap operasi tambang dan pengelolaan mineral tanpa harus menanggung risiko bisnis yang sangat besar.

Pendekatan seperti ini juga menjaga integritas universitas sebagai institusi ilmu pengetahuan.

Universitas dan Industri Tambang: Perspektif Global

Untuk memahami hubungan universitas dan industri tambang serta mineral, kita dapat melihat beberapa contoh internasional. Salah satu contoh paling terkenal adalah Colorado School of Mines (CSM) di Amerika Serikat.

Universitas ini berdiri sejak tahun 1874 dan sejak awal memang memiliki fokus utama pada ilmu pertambangan. CSM memiliki tambang sendiri yang dikenal sebagai Edgar Experimental Mine, tetapi tambang ini digunakan untuk riset dan pengembangan, bukan untuk produksi komersial.

Bahkan pemerintah Amerika Serikat melakukan banyak kajian energi, mineral, dan pertahanan negara di areal tambang bawah tanah ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved