Pojok Humam Hamid
Strategi Leher Botol - Choke Point: Thermopylae, Gallipoli, Ukraina, dan Hormuz
Ukuran pasukan hanyalah angka; penguasaan medan adalah kekuatan. Strategi ini menuntut visi, perhitungan, dan keberanian.
Leonidas hanya membawa 300 Spartan plus ribuan sekutu Yunani.
Jalur sempit memaksa Persia menyerang satu demi satu, dan formasi perisai Spartan yang rapat memungkinkan mereka menahan tekanan ratusan ribu prajurit.
Bahkan ketika pengkhianatan membuka jalan rahasia, pasukan kecil ini bertahan hingga akhir.
“Pelajaran pertama,” kata dosen sambil menunjuk peta, “disiplin, pemilihan medan, dan moral bisa melipatgandakan kekuatan pasukan kecil.”
Baca juga: Iran Ancam Tutup Jalur Laut Merah Jika AS Lakukan Invasi Darat
Ribuan tahun kemudian, prinsip yang sama muncul di Gallipoli- Provinsi Çanakkale di wilayah Turki Eropah hari ini.
Sekutu berencana membuka jalur laut ke Rusia melalui Selat Dardanella.
Mereka salah perhitungan - kesalahan yang sebagian besar ditujukan pada Winston Churchill, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Angkatan Laut Inggris.
Churchill mengusulkan operasi ofensif ini dengan keyakinan bahwa kekuatan angkatan laut dan jumlah pasukan cukup untuk menembus pertahanan Ottoman.
Namun, medan fisik yang sulit, artileri Ottoman yang efektif, dan bukit tinggi di sepanjang pantai menciptakan choke point alami yang menahan pasukan Sekutu.
Mustafa Kemal Atatürk, perwira muda Ottoman, memanfaatkan kondisi ini dengan cerdas - menempatkan pasukannya di posisi tinggi dan sempit yang memaksimalkan pertahanan.
Layar menyorot peta Gallipoli: jalur pendaratan pasukan sekutu yang sempit, bukit-bukit yang memungkinkan pertahanan efektif, tembakan artileri yang menghujani pasukan yang menanjak.
Ribuan prajurit Sekutu tewas, karena mereka gagal memahami medan dan dampak choke point.
Dosen menekankan: topografi dan moral pasukan sering lebih menentukan daripada jumlah pasukan.
Gallipoli menjadi pengingat bahwa choke point bisa menjadi maut bagi mereka yang salah menghitung medan - bahkan untuk seorang politisi dan perencana perang sebesar Churchill.
Kemudian, kuliah beralih ke abad ke-21, ke perang Ukraina.
Humam Hamid
pojok humam hamid
opini serambi
Meaningful
Eksklusif
multiangle
Saksikata
Iran
Iran vs Israel
Selat Hormuz
Hormuz
Sejarah
Strategi Perang
| Zaini Abdullah: Seorang Dokter yang Menyeberangi Sejarah |
|
|---|
| Ketimpangan Wilayah dan Sumber Daya: Akankah UTU Menjadi Transformator Barsela? |
|
|---|
| Tambang, Leuser, Perubahan Iklim: Undangan Tragedi Masa Depan Aceh |
|
|---|
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Humam-Hamid-tanggapi-Benny-K-Harman.jpg)