Kupi Beungoh
HRD dan Kekuatan Dayah, Jalan Menuju Pilkada 2029?
Jejaknya panjang: pernah menjadi kader Partai Aceh, kemudian Gerindra, sebelum akhirnya berlabuh di PKB.
Oleh: Masrizal*)
AGENDA Pilkada Aceh memang masih jauh, tahun 2029.
Namun denyut mesin politik sudah mulai terasa sejak sekarang.
Salah satu figur yang mencuri perhatian adalah Haji Ruslan Daud (HRD).
Politisi yang kini menjabat Ketua DPW PKB Aceh ini bukanlah wajah baru di panggung politik.
Jejaknya panjang: pernah menjadi kader Partai Aceh, kemudian Gerindra, sebelum akhirnya berlabuh di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Nama HRD melejit saat terpilih sebagai Bupati Bireuen periode 2012–2017.
Setelah itu, ia berhasil menembus Senayan lewat Pemilu 2019 dan kembali mempertahankan kursi pada Pemilu 2024.
Dua kali menang di tingkat nasional, wajar bila muncul sinyal ia ingin naik kelas ke level provinsi.
Baca juga: Lantik Pengurus Baru, Cak Imin Minta Kader PKB Jaga Amanah Masyarakat Aceh
Sinyal di 2024; Menguji Popularitas?
Sedikit ke belakang, para pendukung HRD telah memberi sinyal pada Pilkada 2024.
Kala itu, spanduk dan baliho bertebaran, seolah menjadi uji coba popularitas.
Kini, dengan posisi sebagai ketua partai, HRD punya panggung lebih besar.
PKB sendiri sedang dalam tren positif di Aceh, terutama setelah mengusung pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar pada Pilpres lalu.
Hasilnya, PKB meraih 9 kursi DPRA dan mendapat jatah pimpinan dewan.
Ini menjadi modal politik yang signifikan.
Sosok Abu Mudi dan Afiliasi dengan PAS
Kekuatan HRD semakin bertambah dengan masuknya ulama kharismatik Aceh, H. Syekh Hasanoel Bashri HG (Abu Mudi), ke jajaran Dewan Mustasyar PKB Aceh.
Abu Mudi adalah tokoh sentral dayah yang juga memimpin Majelis Nashihin Partai Adil Sejahtera (PAS), partai lokal baru yang lahir dari rahim dayah.
Pada debut Pemilu, PAS langsung mencuri perhatian dengan meraih 4 kursi DPRA.
Kehadiran Abu Mudi membuat PKB dan PAS terlihat berafiliasi.
Ini menjadi modal awal HRD untuk melangkah ke Pilkada.
Sebab, suara dayah dan santri selama ini selalu menjadi rebutan para kontestan.
Jika benar HRD maju, ia sudah mengantongi dua kekuatan sekaligus: PKB dan PAS, dua partai dengan basis dayah yang kuat.
Meski demikian, HRD belum pernah secara resmi mengonfirmasi langkahnya menuju Pilkada 2029.
Namun arah politiknya jelas: membangun jaringan, memperkuat basis, dan merawat citra.
Dengan modal partai, jaringan ulama, dan basis santri yang kuat, HRD tampak sedang menyiapkan panggung besar.
Gerakannya konsisten, simbol-simbol politiknya jelas, dan dukungan struktural mulai mengalir.
Tetapi pertanyaan yang menggantung di benak publik adalah: apakah semua ini memang strategi menuju kursi Gubernur Aceh di 2029, atau hanya sekadar langkah menjaga eksistensi politik? Wallahuaklam.
*) PENULIS adalah jurnalis, berdomisili di Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi dan pandangan yang disampaikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis, tidak mencerminkan sikap atau kebijakan redaksi Serambinews.com.
BACA artikel Kupi Beungoh lainnya di SINI.
Baca juga: PKB Aceh Bangun Kantor Lima Lantai, Ground Breaking Dilakukan Abu Mudi dan Cak Imin
| Di Balik Kritik Terhadap Mualem, Ada Perjuangan Besar untuk Aceh |
|
|---|
| Dari PCOS Menuju Era PMOS |
|
|---|
| Mafia Sitasi Permalukan Pendidikan Aceh : Ketika Akademik Indonesia Terjebak Ilusi Scopusisasi |
|
|---|
| Perang dan Damai Bagian -19, Krisis Energi, Resesi Global dan Urgensi Perdamaian |
|
|---|
| JKA Kiamat Sebagai Program Sejuta Umat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/H-Ruslan-Daud_DPR-RI_20251217.jpg)