Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026

Kupi Beungoh

Haji 2026: Problema dan Transformasi Layanan Berkeadilan

Haji adalah ibadah yang sangat didambakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahunnya, jutaan jamaah dari berbagai negara datang ke...

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
MUHAMMAD IQBAL - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Type A Kota Banda Aceh, Alumnus S3 Fiqh Modern/ Hukum Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Muhammad Iqbal, S. Ag., M.H.  

Terkait biaya haji, Pemerintah melalui Kemehaj RI berdasarkan persetujuan DPR  menetapkan  total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026  ini sebesar Rp87.409.366 per jamaah. Pemerintah berhasil menurunkan biaya haji sekitar hampir 2 jutaan dari biaya haji tahun 2025 sebesar Rp. 89.410.258.  Sementara itu  biaya yang harus dikeluarkan jamaah tahun ini sebesar Rp54.193.806  (bandingkan tahun lalu Rp 55.431.750.). Biaya BPIH Adalah keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk penyelenggaran haji tahun berjalan. Biaya ini Adalah gabungan biaya yang dikeluarkan oleh jamaah secara mandiri dan nilai manfaat dana haji yang dikelola BPKH melalui investasi baik dalam bentuk sukuk, deposito, obligasi dan surat berharga lainnya. 

Aceh sendiri diuntungkan dengan angka Bipih tahun ini  sebesar Rp45.109.442 ( bandingkan tahun 2025 lalu 46.922.333). Sementara biaya tertinggi berada pada Embarkasi Surabaya Jawa Timur sebersar Rp60.645.422. (tahun lalu Rp 60.955.751.

Selain itu, konsep Kampung Haji terus dikembangkan sebagai bagian dari layanan jamaah yang terintegrasi melalui pembelian lahan yang nantinya akan dibangun hotel, dan sarana dan prasarana pendukung perkampungan haji di Mekkah. Perkampungan haji ini diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi layanan akomodasi, konsumsi dan layanan terintegrasi lainyya sehingga jamaah haji indonesia akan merasakan nuasa tanah air di tanah suci.

Demikian juga terkait persiapan manasik haji di daerah, tahun ini dilakukan lebih awal (awal Maret/ sebelum Ramadhan) dengan harapan menyiapkan kesiapan lebih awal tentang pemahaman ibadah, kesiapan mental, kedisiplinan, dan kebersamaan agar jemaah dapat menjalankan haji dengan tenang dan tertib.  Tahun ini juga pemerintah juga lebih memperketat istithaah haji karena setiap tahun angka kematian jamaah haji Indonesia meningkat dan menimbulkan protes dari kerajaan arab Saudi. Istithaah kesehatan menjadi sangat penting karena ibadah haji Adalah ibadah fisik yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang prima.

Pada prinsipnya pembentukan Kementerian Haji dan Umrah harus disambut secara baik dan meriah. Ini merupakan bentuk partisipasi dan kehadiran negara yang lebih fokus dan terarah serta berkelanjutan dalam memberikan layanan khusus bagi jamaah haji Indonesia. Penyelenggaraan haji diposisikan sebagai layanan public nasional yang harus menjamin keamanan, ketertiban, dan martabat jemaah sejak tahap persiapan hingga kembali ke tanah air.  Tidak dapat dinafikan, kebijakan Kemenhaj RI menyamaratakan angka antrean secara nasional pada angka 26 tahun adalah wujud kehadiran dan keberpihakan pemerintah memberikan rasa keadilan bagi seluruh umat islam Indonesia tanpa dibatasi oleh jumlah penyebaran penduduk muslim dan kemampuan ekonomi antar daerah yang berbeda.  

Dengan berbagai kebijakan dan inovasi yang diarahkan oleh Kemenhaj untuk mencapai Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi serta sukses peradaban dan keadaban publik berharap layanan haji dan umrah  di bawah komando Dr. KH. Muhammad Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan) dan  Wamen Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak  akan memberikan nuansa dan warna tersendiri di tahun ini yang akan akan dirasakan oleh para tamu Allah. Amiin ya rabbal alamin.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved