Kamis, 30 April 2026

KUPI BEUNGOH

Akselerasi PAUD, Penentu Keberhasilan Pendidikan Anak

guru PAUD perlu dibekali kemampuan untuk mengintegrasikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Dr. Jalaluddin, M.Pd, Wakil Rektor Universitas Serambi Mekkah dan mantan Anggota Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh 

Oleh: Dr. Jalaluddin, M.Pd*)

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia.

Pada fase usia dini inilah perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sehingga sering disebut sebagai masa emas (golden age). 

Para ahli pendidikan bahkan menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen perkembangan otak manusia terjadi pada usia 0–6 tahun.

Oleh karena itu, kualitas pendidikan pada tahap ini sangat menentukan keberhasilan anak pada jenjang pendidikan selanjutnya. 

Enam kemampuan pondasi harus dimiliki seperti nilai agama dan moral, kematangan emosi, keterampilan sosilan dan bahasa, pemaknaan belajar yang positif, kematangan koknitif, serta keterampilan motorik dan perawatan diri.

Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam bidang pendidikan dan nilai-nilai keislaman seharusnya menjadikan PAUD sebagai prioritas strategis pembangunan manusia.

Pendidikan anak usia dini bukan sekadar tempat bermain bagi anak, tetapi merupakan ruang pembentukan karakter, akhlak, kreativitas, serta kemampuan dasar anak untuk memasuki pendidikan dasar.

Secara kuantitas, perkembangan lembaga PAUD di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.

Data statistik pendidikan menunjukkan bahwa terdapat ribuan satuan pendidikan PAUD yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Aceh, mulai dari taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), hingga satuan PAUD sejenis (SPS). 

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini terus meningkat.

Baca juga: Mengurai Benang Kusut Pendidikan: Jalan Terjal Menuju Indonesia Emas 2045

Namun demikian, peningkatan jumlah lembaga PAUD tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan yang merata.

Masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh lembaga PAUD di Aceh, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya alat permainan edukatif, hingga persoalan kompetensi dan kesejahteraan guru.

Dalam konteks ini, profesionalisme guru PAUD menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak usia dini.

Guru PAUD bukan hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, pengasuh, sekaligus teladan bagi anak-anak.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved