Kamis, 16 April 2026

Kupi Beungoh

Rektor UIN Ar-Raniry Idaman: Mengembalikan Hakikat Jantong Hate

Tahun 2026, Kampus Jantong Hate telah berusia 67 tahun. Ini adalah sangat matang. Namun, harapan rakyat Aceh belum mampu diwujudkan.

Editor: Amirullah
for serambinews
Radja Fadlul Arabi, S.Hum, Alumni Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh 

Dari narasi ini, dapat dipahami bahwa Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030 yang menjadi idaman mesti menjadi teladan dari aspek latar pendidikan, networking, kemampuan menguasai persoalan global yang mumpuni dan lain-lain. 

Pada sisi lain, Azharsyah menyimpan harapan agar lahir nakhoda (rektor) baru yang mampu mengoptimalkan semua potensi kampus. 

Dengan bahasa lugas Azharsyah menulis harapannya: “Kita menumpukan harapan agar nakhoda baru di lingkungan kampus ini tidak terjaring dalam rivalitas sempit yang saling menegasikan. Sebaliknya, persaingan yang sehat sepatutnya mendorong setiap institusi untuk mengoptimalkan potensi masing-masing”.

Rektor Idaman Menurut Alumni 

UIN Ar-Raniry mesti memperhatikan soft dan hard infrastruktur pendukung proses pembelajaran. Kurikulum mesti direview agar sesuai dengan tuntutan pasar sehingga alumni cepat terserap setelah wisuda. Artinya, sosok Rektor mestilah orang yang luas pergaulan di luar kampus; nasional dan internasional.

Adapun dosen yang masih sempit wawasan mesti diupgrade dengan cara mempertemukan mereka dalam kelas workshop dengan akademisi nasional dan internasional. Workshop dan pendidikan lanjutan bagi pengajar menjadi keniscayaan, jika perlu difasilitasi dan didanai.

Pemerataan pendidikan tambahan bagi dosen mesti dilakukan agar semua akademisi merasa memiliki kampus, bukan hanya dari kelompok tertentu saja. Rektor mesti mempunyai tekad untuk mengendalikan diri dari praktik KKN yang menjadi catatan hitam dalam sejarah kampus.

Utamakan Kualitas, Bukan Kuantitas 

Sebagai alumni UIN Ar-Raniry, saya melihat selama ini kualitas UIN Ar-Raniry cendurung kalah daripada kuantitas. Dalam amatan saya UIN Ar-Raniry lebih mengedepankan dalam mengejar jumlah (kuantitas) mahasiswa yang akan masuk.

Rektor seharusnya melakukan pemetaan akan kekuatan dan lapangan kerja dari setiap prodi sehingga memiliki goal yang jelas dan tidak menimbulkan kekecewaan dalam benak mahasiswa, alumni dan orantua.

Penguatan kapasitas kepada mahasiswa juga masih terasa kurang. Proses pembelajaran masih tampak kaku, hanya terbatas dari kelas ke kelas, belum ada keberanian mencoba inovasi baru seperti memperbanyak belajar di lapangan. Jargon “Kampus Merdeka” masih sebatas narasi, tidak sejalan dengan praktik. 

Inovasi dalam proses pembelajaran sejatinya terus dilakukan. Pendidikan itu dinamis dan mahasiswa perlu diajak ke lapangan agar mengetahui bagaimana tantangan nyata yang ada di depan mata.

Tuntutan Transparansi 

Perguruan Tinggi sejatinya menjadi lembaga paling transparan jika dibandingkan dari lembaga lain. Teori tentang transparansi yang terdapat dalam buku dan kitab suci mesti diamalkan dalam wujud nyata.

Dari bisik-bisik saat kuliah, ada mahasiswa yang merasa tidak mendapatkan informasi yang memadai dalam beberapa hal, terutama beasiswa, program student exchange, penyaluran dana Islamic Trust Fund dan lain-lain. 

Seharusnya informasi mengenai beasiswa dkk agar dipublikasi melalui berbagai saluran sehingga tidak ada mahasiswa yang mempunyai alasan tidak mengetahuinya. Segala sesuatu terkait dana publik mesti dilakukan audit rutin oleh Rektor ke depan.

Baliho, spanduk, stiker, mading, dan semua saluran media sosial kiranya perlu digunakan untuk penyampaian informasi. Ini adalah soal hajat semua mahasiswa. Jangan ada mahasiswa yang tidak mendapatkan informasi.

Selain itu, kaderisasi harus dilakukan secara rutin oleh para elite kampus, bahkan oleh semua dosen. Akademisi tidak sama dengan guru SD. Peran kaderisasi mahasiswa sebagai calon pemimpin perlu dilakukan secara terukur agar orangtua mahasiswa merasa puas karena anak mereka dibimbing secara khusus.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved