Kupi Beungoh
Rektor UIN Ar-Raniry Idaman: Mengembalikan Hakikat Jantong Hate
Tahun 2026, Kampus Jantong Hate telah berusia 67 tahun. Ini adalah sangat matang. Namun, harapan rakyat Aceh belum mampu diwujudkan.
Sejalan dengan pandangan Prof Azharsyah, alumni juga mendambakan lahirnya nakhoda baru di UIN Ar-Raniry yang mampu melakukan terobosan dan inovasi ke arah positif sehingga lahir lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi setelah tamat kuliah.
Keempat kandidat Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030 mesti menyusun agenda pembaharuan yang berpihak pada kepentingan seluruh mahasiswa, bukan capaian di “atas kertas” dan “maya” untuk tujuan pencitraan semata.
Akhirnya, kita berharap agar para kandidat Rektor bersedia melakukan perenungan yang tulus mengenai harapan orangtua kepada anak-anak mereka yang kuliah di UIN Ar-Raniry.
Orangtua pasti menginginkan anak mereka memiliki kompetensi dalam aspek ilmu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), pengalaman (experience), dan jejaring (networking) yang semuanya berguna dalam mendapatkan pekerjaan setelah wisuda. Insya Allah.
Penulis adalah Radja Fadlul Arabi, S.Hum, Alumni Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Radja-Fadlul-Arabi-SHum-Alumni-Fakultas-Adab-dan-Humaniora-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)