Jumat, 17 April 2026

Opini

Potensi Pembangunan Ekonomi Pesisir Pusong

KOTA Lhokseumawe, yang dikenal sebagai pusat jasa dan perdagangan di Aceh, menyimpan sebuah ironi pahit di kawasan pesisirnya.

Editor: mufti
For serambinews.com
Prof Dr Apridar SE MSi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Aceh 

Untuk itu, diperlukan langkah-langkah konkret dan terpadu. Pertama, percepatan realisasi program Kampung Nelayan Merah Putih di Pusong Lama dengan fokus utama pada perbaikan sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kedua, peningkatan status PPI Pusong menjadi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) agar pengelolaan dan alokasi anggaran untuk perbaikan fasilitas lebih optimal. Ketiga, pembangunan cold storage yang memadai untuk menjaga kualitas ikan sebelum didistribusikan atau diekspor, sehingga nilai tambah dapat dinikmati langsung oleh nelayan. Keempat, program edukasi dan pendampingan bagi masyarakat nelayan tentang pentingnya kebersihan lingkungan untuk kesehatan dan kualitas produk. Kelima, penguatan akses pembiayaan bagi nelayan dan pengolah ikan untuk mengembangkan usahanya.

Pusong adalah potret kecil dari potensi besar ekonomi pesisir Aceh yang belum tergarap optimal. Kekayaan lautnya telah terbukti mampu menopang kebutuhan pangan hingga ke luar daerah dan bahkan menembus pasar ekspor. Namun, tanpa perbaikan lingkungan permukiman dan fasilitas pendukung yang memadai, potensi ini akan terus berjalan di tempat. Warga Pusong, yang setiap hari berjuang di tengah laut yang bergelombang, berhak untuk pulang ke rumah yang bersih, sehat, dan tertata. Karena pada akhirnya, nelayan yang sehat dan tinggal di lingkungan yang layak akan jauh lebih produktif dalam menyejahterakan daerah dan bangsa.

Pemerintah pusat dan daerah perlu bersinergi penuh menjadikan Pusong sebagai model kebangkitan ekonomi pesisir yang berkelanjutan. Sebab, apa artinya hasil laut melimpah jika pemukiman nelayan sendiri masih terbelenggu kumuh dan stunting?

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved