Kamis, 30 April 2026

Opini

Relasi Retak Antara Manusia, Hutan dan Satwa

BELAKANGAN, hewan dengan manusia, kerap terjadi konflik. Bahkan, saling menyerang, membunuh dan memusnahkan. Padahal dahulu secara natural

Tayang:
Editor: mufti
For Serambinews.com
Abdul Manan, Guru Besar Ilmu Antropologi pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry serta Ketua Prodi Ilmu Agama Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry 

Saat ini menunjukkan bahwa konflik adalah hasil dari perubahan perilaku manusia. Aceh, dengan segala potensi dan tantangannya, berada di antara dua pilihan tersebut. Jika Aceh mampu mengintegrasikan kembali nilai-nilai lokal dengan pendekatan modern yang berkelanjutan, maka peluang untuk mengurangi konflik akan terbuka lebar. Namun, jika eksploitasi terus menjadi pilihan utama, maka konflik tidak hanya akan berlanjut, tetapi juga mengancam keberlanjutan kehidupan itu sendiri.

Dalam konteks tersebut, menjaga hubungan antara manusia dan satwa bukan sekadar pilihan moral, tetapi kebutuhan mendasar untuk masa depan yang lebih seimbang dan berkelanjutan untuk generasi berikutnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved