Opini
Relasi Retak Antara Manusia, Hutan dan Satwa
BELAKANGAN, hewan dengan manusia, kerap terjadi konflik. Bahkan, saling menyerang, membunuh dan memusnahkan. Padahal dahulu secara natural
Saat ini menunjukkan bahwa konflik adalah hasil dari perubahan perilaku manusia. Aceh, dengan segala potensi dan tantangannya, berada di antara dua pilihan tersebut. Jika Aceh mampu mengintegrasikan kembali nilai-nilai lokal dengan pendekatan modern yang berkelanjutan, maka peluang untuk mengurangi konflik akan terbuka lebar. Namun, jika eksploitasi terus menjadi pilihan utama, maka konflik tidak hanya akan berlanjut, tetapi juga mengancam keberlanjutan kehidupan itu sendiri.
Dalam konteks tersebut, menjaga hubungan antara manusia dan satwa bukan sekadar pilihan moral, tetapi kebutuhan mendasar untuk masa depan yang lebih seimbang dan berkelanjutan untuk generasi berikutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prof-dr-phil-abdul-manan-sag-msc-ma-guru-besar-uin-ar-raniry.jpg)