Kupi Beungoh
Trust Issue: Sinyal Darurat Kesehatan Mental atau Sekedar Drama Remaja
Di balik terlihat tenang, banyak remaja menyimpan tekanan berat. Fenomena “duck syndrome” bisa berujung serius jika diabaikan orang tua.
Gejala yang selanjutnya sering terjadi adalah terus-menerus membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.
Perbandingan ini terkadang membawa remaja pada rasa putus asa dan berhenti berusaha bahkan untuk cita-citanya sendiri.
Pada tahap ini jika orang tua abai dan tidak hadir seutuhnya maka aka nada hal yang nantinya disesali karena ini adalah awal tahap menurunan motivasi, minat dan menuju penarikan diri remaja dari lingkungannya atau singkatnya masuk dalam tahap awal depresi.
Jika remaja dibiarkan menjalankan tanpa dukungan penuh maka kondisi ini dapat berkembang menjadi depresi berat atau gangguan kecemasan kronis.
Beberapa Langkah yang bisa dilakukan : Mulailah jujur pada diri sendiri dan coba akui bahwa merasa lelah bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari kemanusiaan. Fitrah rasa kelelahan bisa dialami oleh siapun termasuk remaja dalam kondisi ini.
Dianjurkan untuk remaja mengenali kapasitas diri: tubuh, pikiran dan emosional kita memiliki daya tampungnya masing-masing, jangan memaksakan diri melampaui batas kemampuan fisik dan mental hanya demi terlihat dimata orang lain dan kemudian mendapatkan validasi sesaat.
Membatasi diri dengan media sosial merupakan hal yang bisa membantu atau disebut dengan “screen time” , mengurangi durasi penggunaan media sosial untuk menghindari perbandingan sosial yang tidak sehat.
Harus kita sadari bahwa membahagiakan diri sendiri lenih penting daripada kita hanya terlihat Bahagia di persepsi orang lain.
Langkah berikutnya adalah mencari professional untuk berkonsultasi secara professional untuk mencari bantuan: berbagi beban dengan orang kepercayaan atau berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti berkunjung ke pelayanan Kesehatan yang menyediakan layananan tersebut bukanlah hal yang memalukan.
Mencari bantuan bukan bearti kita sudah mengalami gangguan yang berat akantetapi mencegah akan lebih baik jika kita bisa melakukannya.(*)
Penulis adalah Perawat jiwa anak dan remaja Rumah Sakit Jiwa Aceh
kesehatan mental
Kesehatan Mental Anak
Menjaga Kesehatan Mental
Cara Jaga Kesehatan Mental
kupi beungoh
| Menjaga Kesehatan Saat Menunaikan Ibadah Haji |
|
|---|
| Membaca Angka Statistik Partisipasi Usia Sekolah di Aceh |
|
|---|
| Interprofessional Education Bukan Hanya Belajar Bersama, tetapi Tentang Bertahan Bersama |
|
|---|
| Perang dan Damai - Bagian 16, Kebebasan Berlayar di Selat Hormuz sebagai Jalan Perdamaian |
|
|---|
| Internsip Dokter dan Krisis Otonomi Akademik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Anita-Sapitri-Amk-Spsi-Perawat-jiwa-anak-dan-remaja-Rumah-Sakit-Jiwa-Aceh.jpg)