Kamis, 7 Mei 2026

Kupi Beungoh

Perang dan Damai – Bagian 17, Selamat Jalan Perang, Menuju Perdamaian

Harapan damai Iran-AS mulai terbuka. Di tengah konflik dan blokade Hormuz, dunia menanti akhir perang yang menguras kemanusiaan.

Tayang:
Editor: Amirullah
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Yunidar Z.A, anggota Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) 

Dalam hal ini, pendekatan keamanan manusia menjadi relevan karena menempatkan individu, bukan negara sebagai pusat perhatian.

Sejarah telah menorehkan bahwa perdamaian yang dipaksakan tidak akan bertahan lama. Sebaliknya, perdamaian yang dibangun di atas keadilan, saling pengertian, setara dan penghormatan terhadap peradaban kemanusiaan akan memiliki daya tahan yang lebih kuat, karenanya, penting untuk menggeser paradigma dari “menang atau kalah” menjadi “hidup bersama”.

Dalam dunia yang semakin terhubung, tidak ada konflik yang benar-benar lokal. Dampaknya selalu meluas, mempengaruhi stabilitas regional dan global. Karena itu, tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian juga bersifat kolektif “jaringan perdamaian”.

Negara-negara, organisasi internasional, dan masyarakat sipil harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog. Menegakkan mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk ambil bagian dalam menciptakan perdamaian dunia

Perang mungkin dapat mengubah peta politik, tapi hanya perdamaian yang dapat membangun masa depan. Luka yang ditinggalkan oleh konflik tidak akan sembuh dengan sendirinya. Ia membutuhkan rekonsiliasi, pemulihan, dan komitmen jangka panjang untuk memastikan bahwa tragedi serupa tidak terulang.

dunia tidak hanya membutuhkan ketiadaan perang, namun kehadiran perdamaian positif yang aktif. Perdamaian yang memungkinkan manusia untuk hidup dengan martabat, berkembang, mandiri, merdeka dan berkontribusi pada peradaban. Iran, dengan segala kompleksitasnya, adalah bagian dari upaya tersebut.

Kompromi  dan menyelesaikan beberapa isu strategis terkait pengelolaan Selat Hormuz  yang perlu kesetaraan dan kesepahaman bersama para pihak yang bertikai membutuhkan waktu yang Panjang, Negosiasi yang sukses hari ini untuk mengakhiri permusuhan militer dan membuka jalan menuju perdamaian, pertanda kabar baik untuk masyarakat dunia.

Penderitaan dan kelelahan yang dirasakan oleh rakyat Iran akibat konflik yang berkepanjangan, kini berbuah harapan perdamaian. Alam Iran tetap berkehendak damai.

Demikian pula manusia di dalamnya. Harapan damai sebagai kampanye  solidaritas manusia di seluruh dunia. Pada dasarnya menginginkan hal yang sama, kehidupan yang bermartabat, damai, tenang, aman, Sejahtera, bermakna dan harmoni.

 

*) PENULIS adalah anggota Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI)

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved