Jumat, 15 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Di Balik Kritik Terhadap Mualem, Ada Perjuangan Besar untuk Aceh

Terpilihnya Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem sebagai Gubernur Aceh tentu membawa harapan besar bagi masyarakat. 

Tayang:
Editor: Subur Dani
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Ketua KPA Wilayah Pasee, Saiful Bahri alias Pon Yaya 

Di tengah berbagai dinamika tersebut, kita juga harus jujur melihat kondisi fiskal Aceh saat ini.

Gubernur Aceh telah beberapa kali menjelaskan bahwa kapasitas fiskal Aceh berada dalam tekanan serius.

Dengan APBA yang berkisar sekitar Rp11 triliun, sementara kebutuhan masyarakat sangat besar, tentu pemerintah tidak bisa memenuhi seluruh harapan publik secara instan.

Masyarakat tentu perlu memahami bahwa membangun Aceh tidak cukup hanya dengan retorika dan kritik

Aceh membutuhkan stabilitas politik dan dukungan publik.

Kritik tentu boleh, bahkan penting dalam demokrasi. Namun kritik yang terus diarahkan untuk mendiskreditkan tanpa melihat fakta dan realitas objektif justru dapat menghambat konsolidasi pembangunan Aceh itu sendiri.

Kita tidak boleh lupa bahwa Aceh hari ini masih menghadapi banyak tantangan besar: kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pembangunan antarwilayah, hingga ketergantungan fiskal terhadap pusat. 

Keberlanjutan Dana Otsus

Karena itu, memperjuangkan keberlanjutan Dana Otsus bukan sekadar agenda politik, melainkan soal keberlangsungan masa depan Aceh.

Sebagai rakyat Aceh, sudah sepatutnya kita memberikan apresiasi kepada siapa pun yang benar-benar bekerja dan berjuang untuk daerah ini.

Ketika Mualem berdiri di garis depan memperjuangkan Dana Otsus Aceh dan mempertahankan hak wilayah Aceh, maka itu adalah perjuangan untuk seluruh rakyat Aceh, bukan untuk kelompok tertentu.

Hari ini Aceh membutuhkan persatuan, bukan saling menjatuhkan. Aceh membutuhkan energi kolektif untuk bangkit, bukan pertikaian politik yang tidak produktif. 

Kita tentu boleh berbeda pandangan, namun menghilangkan objektivitas dalam menilai kinerja dan pengabdian seseorang kepada daerah tentu menjadi sebuah bentuk penghianatan atas nilai kebenaran.

Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk memberi ruang kepada Mualem agar dapat lebih maksimal menggerakkan  seluruh jajaran  Pemerintah Aceh

Sangat tidak elok jika kita menghakimi pemerintahan yang masih seumur jagung ,dengan warisan persoalan yang begitu komplek dan berat, tentu terlalu dini.

Saya percaya, dengan pengalaman, jaringan, dan komitmen yang dimiliki, Mualem akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi Aceh

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved