Kupi Beungoh
Rupiah Anjlok: Siapakah yang Paling Rentan?
ketika Rupiah jatuh di lantai bursa, dampaknya justru bangkit paling cepat di meja makan rakyat kecil.
Ringgit Malaysia relatif lebih stabil.
Dolar Singapura tetap kuat berkat kredibilitas kebijakan dan fondasi fiskal yang kokoh.
Dong Vietnam dan baht Thailand dalam beberapa fase mampu menahan depresiasi lebih baik dibanding rupiah.
Perbandingan ini bukan untuk menyederhanakan kompleksitas ekonomi, tetapi untuk membaca sinyal pasar: kepercayaan.
Mata uang tidak hanya mencerminkan kekuatan ekonomi riil, tetapi juga ekspektasi terhadap arah kebijakan dan ketahanan institusi.
Yen Jepang pun pernah melemah tajam, tetapi tetap dianggap stabil karena kredibilitas sistemnya terjaga.
Di titik ini, persoalan rupiah bukan sekadar angka kurs, tetapi persepsi pasar terhadap daya tahan ekonomi jangka panjang.
Ketika negara lain mulai stabil sementara rupiah tetap tertekan, pasar sedang mengirim pesan yang tidak bisa diabaikan: kerentanan struktural masih ada.
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 20 Mei 2026: UBS & Galeri24 Tertahan di Angka Tinggi, Antam Turun Lagi
Siapa yang Paling Rentan?
Dampak pelemahan mata uang tidak pernah netral.
Kelompok pertama yang paling merasakan tekanan adalah rumah tangga miskin.
Bagi mereka, inflasi bukan data ekonomi, melainkan pengurangan langsung pada kualitas hidup: makanan lebih sederhana, kesehatan tertunda, dan ruang bertahan semakin sempit.
Kelompok kedua adalah kelas menengah.
Mereka berada di posisi paling rapuh: tidak cukup miskin untuk mendapat perlindungan sosial penuh, tetapi tidak cukup kuat untuk menahan kenaikan biaya hidup yang terus meningkat.
Kelompok ketiga adalah UMKM, yang menghadapi tekanan berlapis: biaya bahan baku naik, pembiayaan lebih mahal, sementara daya beli melemah.
Kelompok keempat adalah generasi muda, yang mulai menghadapi realitas bahwa kerja keras saja tidak selalu cukup untuk mencapai standar hidup yang layak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Muhammad-Nasir-dosen-politeknik-lhokseumawe.jpg)