Selasa, 26 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Pembelajaran Mendalam dan Semangat Baru Pendidik Aceh

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh yang berada di Gampong Niron, Kecamatan Sukamarmur, Aceh Besar

Tayang:
Editor: mufti
IST
SITI HAJAR, S.Pd.I., M.A., Guru SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, melaporkan dari Niron, Aceh Besar 

Gagasan ini sejalan dengan konsep pembelajaran mendalam yang saat ini dikembangkan dalam pendidikan Indonesia, yaitu pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Pembelajaran semacam ini mendorong murid untuk sadar terhadap proses belajarnya, memahami makna dari apa yang dipelajari, serta menikmati pengalaman belajar itu sendiri.

Selama ini, banyak ruang belajar terasa terlalu sunyi. Murid takut salah, takut bertanya, bahkan takut menyampaikan pendapat. Akibatnya, kelas berubah menjadi ruang yang hanya menuntut kepatuhan, bukan ruang yang merawat rasa ingin tahu. Padahal, pembelajaran yang mendalam justru lahir dari keterlibatan aktif murid dalam proses belajar.

Selain berbagi praktik baik, peserta juga mengikuti sesi asesmen formatif dan sumatif berbasis kompetensi bersama Dra Sansrisna MSi, MA, Gr. dan Chandra Nurmansyah, SSi, Gr. Pada sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa penilaian bukan sekadar angka di rapor. Asesmen seharusnya menjadi alat untuk membaca proses belajar murid, memahami kesulitan mereka, lalu membantu mereka berkembang menjadi lebih baik.

Setelah mendengarkan paparan materi, para peserta kemudian diajak merancang pembelajaran secara kolaboratif berdasarkan mata pelajaran masing-masing. Mereka mendiskusikan tujuan pembelajaran, strategi belajar, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, hingga penyusunan asesmen formatif dan sumatif. Hasil rancangan

tersebut kemudian dipresentasikan di depan forum sebagai bentuk refleksi sekaligus berbagi ide antarpeserta.

Pada sesi ini, para narasumber juga memberikan umpan balik dan masukan terhadap rancangan pembelajaran yang telah disusun peserta agar dapat diterapkan secara lebih efektif di kelas.

Pelatihan ini memperlihatkan satu hal penting yang sering terlupakan, yaitu guru pu membutuhkan ruang belajar. Selama kegiatan berlangsung, para guru duduk bersama, berdiskusi, bertukar pengalaman, bahkan saling menguatkan.

Ada energi positif yang terasa ketika guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembelajar. Sebab, pendidikan yang baik tidak mungkin lahir dari guru yang berhenti belajar.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved