Kamis, 28 Mei 2026

Kupi Beugoh

Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa, Meniti Asa di Alue Canang Aceh Timur

Embun menetes perlahan dari ujung daun sawit, membasahi tanah merah yang sejak lama menjadi saksi perjalanan hidup masyarakat Desa Alue Canang

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Dokumen Letkol Inf Novi Widyanto
SERAHKAN KUNCI RUMAH - Dandim 0104/Atim Letkol Inf Novi Widyanto, SE, Dansatgas TMMD Ke-128 TA. 2026 Kodim 0104/Aceh Timur, saat menyerahkan kunci rumah layak huni kepada penerima yang dibangun pada program TMMD di Desa Alue Canang, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Tiimur, baru-baru ini.  

Hari itu bukan sekadar pembukaan sebuah program pembangunan. Hari itu adalah awal tumbuhnya keyakinan baru bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat pedalaman.

Prajurit TNI datang bukan hanya membawa alat kerja dan perlengkapan lapangan. Mereka datang membawa semangat pengabdian.

Mereka datang membawa tangan yang siap bekerja dan hati yang siap mendengar keluhan rakyat.

Tangan-tangan bersalaman. Senyum-senyum bertukar hangat. Tidak ada jarak antara prajurit dan warga.

Baca juga: Satgas TMMD Wujudkan Sarana Ibadah di TPA Desa Alue Canang, Aceh Timur

Tidak ada sekat antara loreng dan masyarakat. Yang ada hanyalah satu tujuan bersama, membangun desa demi masa depan yang lebih baik.

TMMD sejatinya bukan hanya program pembangunan fisik. Ia adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Sebuah jembatan pengabdian yang mempertemukan negara dengan masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini mungkin jarang tersentuh pembangunan secara maksimal.

Di Alue Canang, TMMD hadir bukan sekadar memperbaiki jalan atau membangun rumah. Ia hadir untuk membangun harapan.

Sejak hari pertama pelaksanaan, denyut kehidupan desa mulai berubah. Suara alat berat memecah kesunyian pagi.

Denting palu terdengar bersahutan dari rumah-rumah warga. Prajurit TNI bekerja bersama masyarakat tanpa mengenal panas maupun hujan.

Baca juga: Pembangunan RTLH Program TMMD Milik Mariana di Alue Canang Aceh Timur Masuki Tahap Akhir

Mereka mengangkat batu, mencampur semen, menggali tanah, dan membangun desa dengan tangan sendiri.

Semangat gotong royong tumbuh kembali di setiap sudut kampung.

Warga yang sebelumnya hanya menjadi penonton pembangunan, kini ikut terlibat langsung. 

Para pemuda membantu mengangkut material. Para orang tua menyediakan kopi dan makanan seadanya untuk prajurit yang bekerja sejak pagi.

Anak-anak kecil memandangi para tentara dengan tatapan kagum, seolah melihat sosok saudara yang datang membawa perubahan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved