Rabu, 10 Juni 2026

Jurnalisme Warga

Dekat di Dunia Maya, Jauh di Kehidupan Nyata

Sore menjelang Hari Raya Iduladha lalu, saya duduk di sebuah warung kopi di kawasan Kota Bireuen sambil menyeruput secangkir kopi 'sanger'

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
FAISAL, S.T., M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Peusangan dan Sekjen APMI, melaporkan dari Bireuen 

FAISAL, S.T., M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Peusangan dan Sekjen APMI, melaporkan dari Bireuen

Sore menjelang Hari Raya Iduladha lalu, saya duduk di sebuah warung kopi di kawasan Kota Bireuen sambil menyeruput secangkir kopi 'sanger' yang masih mengepulkan aroma khas.

Suasana warung cukup ramai. Meja-meja hampir terisi penuh oleh pengunjung yang datang untuk menikmati waktu santai setelah beraktivitas seharian.

Di tengah hiruk pikuk percakapan dan suara sendok yang beradu dengan gelas, perhatian saya tertuju pada satu pemandangan yang terasa begitu akrab, tetapi sekaligus mengusik pikiran.

Pada sebuah meja panjang di sudut warung, beberapa anak muda tampak duduk bersama. Saya menduga mereka sudah janjian untuk bertemu dan menikmati kopi di tempat yang sama. Namun, setelah berkumpul, tidak banyak percakapan yang terjadi.  Masing-masing justru sibuk menatap layar telepon genggamnya. Ada yang membalas pesan, menonton video pendek, membaca informasi di media sosial, hingga melakukan panggilan video dengan kerabat yang berada di tempat lain.

Mereka terlihat terhubung dengan banyak orang di berbagai tempat, tetapi nyaris tidak berinteraksi dengan teman yang duduk hanya beberapa puluh sentimeter di sampingnya. Kebersamaan yang seharusnya menghadirkan percakapan hangat justru tergantikan oleh cahaya layar yang menyita perhatian.

Fenomena tersebut bukan lagi pemandangan yang asing dalam kehidupan masyarakat saat ini. Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara manusia berkomunikasi dan menjalin hubungan sosial.

Jika dahulu seseorang harus menempuh perjalanan jauh untuk menyampaikan kabar kepada keluarga atau sahabat, kini semuanya dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Berbagai aplikasi komunikasi memungkinkan manusia saling bertukar pesan, gambar, bahkan melakukan percakapan tatap muka tanpa harus berada dalam satu tempat.

Teknologi telah berhasil memangkas jarak yang selama ini menjadi hambatan dalam komunikasi. Berbagai inovasi di bidang digital memungkinkan manusia saling terhubung tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Kemajuan ini telah menghadirkan banyak manfaat, mulai dari mempercepat arus informasi, mempermudah koordinasi pekerjaan, mendukung proses pendidikan, hingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di berbagai bidang kehidupan.

Dalam banyak hal, teknologi telah menjadi jembatan yang menghubungkan manusia dan menciptakan dunia yang terasa semakin dekat.

Di balik kemudahan itu, muncul persoalan baru yang perlahan mulai dirasakan masyarakat. Kemampuan teknologi yang mendekatkan manusia secara virtual ternyata tidak selalu diikuti oleh kedekatan emosional dalam kehidupan nyata.

Banyak orang memiliki ratusan, bahkan ribuan teman di media sosial, tetapi kesulitan menemukan seseorang yang benar-benar hadir ketika mereka membutuhkan tempat berbagi cerita.

Hubungan yang tampak dekat di dunia digital sering kali tidak berbanding lurus dengan kedekatan yang sesungguhnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved