Pojok Humam Hamid
Ketimpangan Wilayah dan Sumber Daya: Akankah UTU Menjadi Transformator Barsela?
Dalam konteks Barsela, peran tersebut berpotensi dimainkan oleh Universitas Teuku Umar.
Namun pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah pembangunan jalan dan jembatan saja cukup untuk mengejar ketertinggalan yang telah berlangsung selama ratusan tahun?
Jawabannya kemungkinan besar tidak.
Sejarah pembangunan berbagai negara menunjukkan bahwa infrastruktur fisik memang penting, tetapi tidak cukup. Jalan raya dapat mempercepat arus barang.
Yang Lebih Penting dari Infrastruktur
Pelabuhan dapat memperlancar perdagangan. Bandara dapat membuka akses investasi.
Akan tetapi, pada abad ke-21, faktor yang paling menentukan daya saing suatu wilayah bukan lagi sekadar infrastruktur fisik. Yang semakin menentukan adalah kualitas sumber daya manusia, kemampuan inovasi, kapasitas penelitian, dan penguasaan teknologi.
Pada titik inilah peran universitas menjadi sangat penting.
Jika pada abad ke-19 pelabuhan menjadi simpul utama pertumbuhan ekonomi, maka pada abad ke-21 universitas berpotensi menjadi simpul utama pertumbuhan berbasis pengetahuan.
Baca juga: Orangtua tak Repot Lagi Urus KIA ke Dinas, Disdukcapil Gandeng 40 PAUD dan TK di Banda Aceh
Universitas tidak hanya menghasilkan lulusan. Universitas menghasilkan ide, teknologi, inovasi, kepemimpinan, dan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.
Dalam konteks Barsela, peran tersebut berpotensi dimainkan oleh Universitas Teuku Umar.
Keberadaan UTU sesungguhnya memiliki makna yang jauh melampaui fungsi akademik biasa. Kampus ini berada di tengah kawasan yang sedang mengalami transformasi ekonomi.
Di satu sisi terdapat perkebunan sawit yang luas. Di sisi lain terdapat potensi pertambangan yang besar. Di sepanjang pesisir terbentang sumber daya kelautan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Seluruh potensi tersebut membutuhkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia agar dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi.
Baca juga: VIDEO - Rekaman Terakhir Elmi di Apparalang Bikin Merinding, Pernyataan Baim Wong Disorot
Tanpa dukungan pengetahuan, sawit hanya akan menjadi komoditas mentah. Tanpa dukungan penelitian, pertambangan hanya akan menjadi aktivitas ekstraksi yang meninggalkan kerusakan lingkungan. Tanpa inovasi, sumber daya kelautan hanya akan menghasilkan nilai ekonomi yang terbatas.
Karena itu, masa depan Barsela tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah sumber daya alam yang dimiliki, tetapi oleh kemampuan mengubah sumber daya tersebut menjadi pengetahuan, teknologi, dan industri bernilai tambah.
Tiga Pilar Penting
Dalam konteks ini terdapat setidaknya tiga pilar ekonomi yang dapat menjadi fondasi masa depan Barsela.
pojok humam hamid
Prof Humam Hamid
Ahmad Humam Hamid
opini serambi
Universitas Teuku Umar
Barsela
opini serambinews
| Tambang, Leuser, Perubahan Iklim: Undangan Tragedi Masa Depan Aceh |
|
|---|
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/humam-hamid-sosiolog-aceh-2.jpg)