Pojok Budaya
Belajar Menulis Hikayat dari Teks Latin, Aslinya Masih Terkunci
Sumber yang tersedia adalah teks hikayat dalam aksara Latin. Dari sana saya mulai belajar kaidah: buhu dan pakhôk.
Tayang:
Editor:
Subur Dani
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Moritza Thaher, musisi Aceh yang juga pendiri Sekolah Musik Moritza
Warisan ini perlu lebih dari satu punggung. Aksaranya masih terkunci. Kuncinya sudah ada. Jalurnya masih bergantung pada niat seorang T.A. Sakti.(*)
*) Moritza Thaher adalah penulis dan musisi yang berbasis di Banda Aceh.
Tulisannya berfokus pada ekosistem seni, budaya, dan pendidikan — khususnya jarak antara cara sistem itu diklaim bekerja dan cara ia benar-benar bekerja. Ia mendirikan Sekolah Musik Moritza pada 1991 dan masih aktif mengajar hingga hari ini.
Berita Terkait: #Pojok Budaya
| Pintu yang Masih Ditanya-tanya, Qanun Sudah Berjalan Tanpa Mereka |
|
|---|
| Buloh Peurindu: Senandung Terakhir dari Geulanggang Labu |
|
|---|
| Yang Tak Masuk Pasal: Dua Dasawarsa Menunggu Giliran Kebudayaan Aceh dalam Revisi UUPA |
|
|---|
| Jauh Dulu, Baru Pulang: Validasi Dulu Baru Dapat Kesempatan? |
|
|---|
| Pustaka yang Kekurangan Mulut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/MORITZA-THAHER.jpg)