KUPI BEUNGOH
Interprofessional Education: Nyata atau Hanya Teori Semata?
Mereka diajarkan pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan saling menghargai antarprofesi.
Meski begitu, perkembangan yang terjadi saat ini memberikan harapan yang cukup besar. Semakin banyak institusi pendidikan yang mulai memberikan ruang bagi pembelajaran kolaboratif.
Mahasiswa juga semakin terbuka untuk memahami profesi lain dan menyadari bahwa pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Perubahan ini mungkin tidak terjadi secara cepat, tetapi menunjukkan bahwa arah yang dituju sudah tepat.
IPE Bukan Sekadar Teori
Pada akhirnya, IPE tidak dapat dikatakan hanya sebagai teori, tetapi juga belum sepenuhnya menjadi realitas yang ideal.
IPE berada di antara keduanya: sebuah konsep yang lahir dari kebutuhan nyata dan terus berusaha diwujudkan dalam praktik.
Tantangan yang masih ada seharusnya tidak menjadi alasan untuk meragukan pentingnya IPE, melainkan menjadi pengingat bahwa perubahan budaya membutuhkan waktu, komitmen, dan kerja sama dari semua pihak.
Baca juga: Kreatif! Mahasiswa Suarakan Kritik via Poster Unik, Pengendara Ramai-ramai Bunyikan Klakson
Karena itu, pertanyaan “Interprofessional Education: nyata atau hanya teori semata?” mungkin tidak perlu dijawab dengan memilih salah satu. IPE adalah kebutuhan yang nyata, tetapi penerapannya masih terus berproses.
Tugas dunia pendidikan kesehatan saat ini bukan lagi membuktikan pentingnya IPE, melainkan memastikan bahwa nilai-nilai kolaborasi yang selama ini diajarkan benar-benar dapat dirasakan dalam praktik sehari-hari.
Sebab pada akhirnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak lahir dari profesi yang bekerja sendiri-sendiri, tetapi dari profesi-profesi yang mampu berjalan bersama untuk tujuan yang sama: memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.(*)
*) PENULIS adalah Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala
KUPI Beungoh adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel dalam rubrik ini tidak mencerminkan pandangan Redaksi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
BACA artikel Kupi Beungoh lainnya di SINI
| Pentingnya Strategi Pembangunan yang Menempatkan Tata Kelola sebagai Prioritas Utama |
|
|---|
| Jangan Biarkan Emosi Mengalahkan Logika dalam Pengelolaan Gas Andaman |
|
|---|
| Dayah dan Tantangan Pembinaan Karakter di Era Digital |
|
|---|
| Mengapa Petani Aceh Tetap Miskin? |
|
|---|
| Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sampah, dan Pelajaran yang Terlupakan dari Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ira-Zulfia.jpg)