Rabu, 17 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Jasa Abu Doto, Dari Perdamaian hingga Baiturrahman

Jika ada satu kalimat yang dapat merangkum perjalanan pengabdian Abu Doto, maka kalimat tersebut adalah: "Dari Perdamaian hingga Baiturrahman."

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/HO
Pembina Gerakan Pemuda Subuh (GPS) Aceh, Abi Irhamullah 

*) Oleh: Abi Irhamullah, MA., M.Ag

WAFATNYA Dr. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi rakyat Aceh.

Kepergian beliau bukan sekadar berpulangnya seorang mantan gubernur, tetapi juga berakhirnya perjalanan panjang seorang dokter, pejuang perdamaian, dan pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah Aceh modern.

Dalam kehidupan suatu bangsa dan daerah, tidak banyak tokoh yang mampu meninggalkan jejak pada berbagai bidang sekaligus.

Abu Doto adalah salah satunya. Namanya tidak hanya dikenang dalam dunia kesehatan dan pemerintahan, tetapi juga dalam lembaran penting perjalanan perdamaian Aceh yang menjadi titik balik kebangkitan daerah ini.

Bagi masyarakat Aceh, perdamaian bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Ia lahir melalui proses panjang, penuh pengorbanan, dan melibatkan banyak tokoh yang memiliki visi besar untuk masa depan Aceh.

Dalam konteks itulah, Abu Doto memainkan peran penting sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam proses perdamaian Helsinki tahun 2005. Kesepakatan bersejarah tersebut menjadi fondasi bagi lahirnya Aceh yang lebih aman, stabil, dan kondusif untuk pembangunan.

Hingga hari ini, generasi Aceh menikmati hasil dari perdamaian tersebut. Anak-anak dapat belajar dengan tenang, masyarakat dapat berusaha dengan nyaman, dan pembangunan dapat berjalan tanpa bayang-bayang konflik.

Karena itu, jasa para perintis perdamaian, termasuk Abu Doto, layak dikenang sebagai bagian dari sejarah besar Aceh.

Ketika dipercaya memimpin Aceh sebagai gubernur periode 2012–2017, Abu Doto menghadapi tantangan yang tidak ringan. Masa transisi pascakonflik menuntut kepemimpinan yang mampu menjaga stabilitas sekaligus menghadirkan pembangunan yang nyata.

Dengan latar belakang sebagai seorang dokter, beliau memberikan perhatian besar terhadap sektor kesehatan dan pelayanan masyarakat.

Program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) terus diperkuat agar masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik. Pembangunan rumah sakit regional dan peningkatan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Aceh.

Di samping itu, beliau juga mendorong reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik agar pemerintahan lebih dekat dengan masyarakat.

Namun, di antara berbagai warisan pembangunan yang dapat disaksikan hingga hari ini, pengembangan Masjid Raya Baiturrahman memiliki tempat yang istimewa.

Sebagai simbol kebanggaan Aceh dan pusat syiar Islam di Serambi Mekkah, masjid ini mendapatkan perhatian besar pada masa kepemimpinan Abu Doto.

Penataan kawasan masjid, pembangunan pelataran yang luas, kehadiran payung elektrik raksasa yang terinspirasi dari Masjid Nabawi, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya telah mengubah wajah Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu masjid terindah di dunia Islam.

Kini, masjid tersebut bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ikon peradaban, destinasi wisata religi, dan simbol kebangkitan Aceh di mata dunia.

Karena itu, jika ada satu kalimat yang dapat merangkum perjalanan pengabdian Abu Doto, maka kalimat tersebut adalah: "Dari Perdamaian hingga Baiturrahman."

Dari upaya menghadirkan kedamaian bagi rakyat Aceh hingga meninggalkan warisan monumental berupa pengembangan masjid kebanggaan masyarakat Aceh.

Tentu, tidak ada pemimpin yang sempurna. Setiap masa kepemimpinan memiliki tantangan, kekurangan, dan kritik.

Namun sejarah akan selalu menempatkan seseorang berdasarkan kontribusi besarnya bagi masyarakat. Dalam konteks itu, Abu Doto telah menorehkan jejak yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Aceh pascakonflik.

Hari ini, ketika beliau telah kembali ke hadirat Allah SWT, yang tersisa bagi kita adalah doa dan penghormatan atas segala pengabdiannya.

Semoga jasa-jasa beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik bersama orang-orang saleh.

Aceh kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun jejak perjuangan dan pengabdian Abu Doto akan tetap hidup dalam sejarah, dikenang oleh generasi hari ini dan diwariskan kepada generasi yang akan datang.

Selamat jalan, Abu Doto. Terima kasih atas pengabdianmu untuk Aceh. (*)

*) Penulis adalah Direktur Elmasudy Group Indonesia, Wasekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Aceh, Pembina Gerakan Pemuda Subuh Aceh

KUPI Beungoh adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel dalam rubrik ini tidak mencerminkan pandangan Redaksi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved