Rabu, 8 April 2026

KUPI BEUNGOH

Cinta Iskandar Muda: Antara Ketulusan, Politisasi & Fenomena Terlantarnya Makam Permaisuri di Pidie

Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa indatu atau pendahulu. Falsafah hidup ini dipegang teguh oleh para pemimpin negara besar di dunia

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
Tarmizi A Hamid dan Hasan Basri M.Nur adalah pengelola Museum Manuskrip Aceh 

Oleh: Tarmizi A Hamid dan Hasan Basri M.Nur*)

SERAMBINEWS.COM - Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa indatu atau pendahulu. Falsafah hidup ini dipegang teguh oleh para pemimpin negara besar di dunia.

Para pemimpin Turkiye modern saat ini selalu mengenang dan mengikuti jejak Utsman bin Ertogrul, Sultan Muhammad Alfatih yang mampu menaklukkan Kekaisaran Bizantium hingga Mustafa Kemal Attaturk sebagai Bapak Turki Modern.

Demikian juga para pemimpin Iran modern yang senantiasa mengingat kebesaran para pendahulu sejak era Imperium Persia yang adidaya hingga Safawi Islam yang masih super power.

Makanya tak mengherankan jika Turki dan Iran ingin tetap berusaha untuk merebut pengaruh pada tatanan dunia, hingga saat ini. Kedua bangsa besar ini selalu rindu kisah heroik akan masa lalu. 

Baca juga: Makam Permaisuri Iskandar Muda di Pidie Terlantar, Budayawan dan Arkeolog USK Kecewa

Di tanah Jawa, para penduduk dan pemimpinnya selalu mengenang kebesaran legenda Patih Gajah Mada yang mereka yakini sebagai “penakluk” Nusantara walau tak didukung oleh jejak bukti nyata dan peninggalan sejarah. 

Kebesaran kisah Gajah Mada berbeda dalam pemahaman penduduk Melayu Tamiang yang menyakini misi Gajah Mada mampu mereka gagalkan tatkala hendak menyerbu Aceh. Diyakini, orang Tamiang hebat pada eranya. 

Terdapat cerita rakyat local di Tamiang, Gajah Mada terbunuh di tangan pendekar Aceh Tamiang dikuburkan di kawasan Manyak Payed, sekarang menjadi satu kecamatan di Aceh Tamiang. Manyak Payed diyakini berasal dari kata: Majapahit.

Begitulah sekilas bentuk apresiasi terhadap para pembesar masa lampau. Lalu, apakah apresiasi kepada pembesar negara masa lampau masih berlaku di Aceh saat ini?

Kebesaran Iskandar Muda

Baru-baru ini kami dengan didampingi arkelog Universitas Syiah Kuala, Prof Husaini Ibrahim melakukan kunjungan ke lokasi makam isteri pertama (permaisuri) dari Sultan Iskandar Muda yang terletak di Gampong Reuntoh, Kemukiman Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie.

Sultan Iskandar Muda adalah Raja Diraja atau Raja Agung dalam sejarah Kerajaan Aceh Darussalam. Ia memerintah dari tahun 1607-1636 M.

Sultan Iskandar Muda mempeluas kekuasaan Aceh hingga separuh Sumatera dan sebagai semenanjung Malaysia; meliputi Pahang, Melaka hingga Johor. 

Isteri kedua Iskandar Muda Adalah bangsawan Pahang yang dibawa pulang setelah penaklukan, disebut Putroe Phang.

Baca juga: Puluhan Siswa SMAN 2 Delima Sambangi Makam Putroe Tsani

Menantu Iskandar Muda, yang digelari sebagai Iskandar Tsani atau suami dari Safiyatuddin adalah bangsawan Pahang yang ia jadikan sebagai anak angkat setelah dia taklukkan Negeri Pahang.

Berbeda dengan Aceh yang telah menjadi provinsi dalam NKRI, Pahang hingga hari ini masih merupakan kesultanan dan tergabung dalam Federasi Malaysia.

Cinta Iskandar Muda: Antara Tulus dan Dusta

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved