Rabu, 22 April 2026

KUPI BEUNGOH

Cinta Iskandar Muda: Antara Ketulusan, Politisasi & Fenomena Terlantarnya Makam Permaisuri di Pidie

Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa indatu atau pendahulu. Falsafah hidup ini dipegang teguh oleh para pemimpin negara besar di dunia

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
Tarmizi A Hamid dan Hasan Basri M.Nur adalah pengelola Museum Manuskrip Aceh 

Kami menganggap ucapan cinta pada sosok Iskandar Muda hanyalah sebatas bahasa politis semata, atau ikut-ikutan alias latah. 

Lalu, kebesaran nama Iskandar Muda dipolitisasi untuk kepentingan tertentukah?

Semua orang Aceh, terutama pejabat eksekutif dan legislatif, mengaku bangga pada Iskandar Muda, tapi makam isteri Sultan di Pidie tak ada yang peduli.

Semua kita sekarang mengaku sebagai cucu Sultan Iskandar Muda

Tapi pada makam permaisuri Sang Sultan (nenek orang Aceh) tak ada yang peduli. Omong kosong alias tem soh semua.

“Ini adalah makam permaisuri dari Sultan Besar Aceh. Tak pantas mendapat perlakuan seperti ini,” kata Prof Husaini di kokasi makam.

Dari beberapa referensi disebutkan, permaisuri tersebut adalah putri dari Teungku Syik di Reubee. Teungku Syik di Reubee adalah bangsawan, selain ulama besar.

Menurut tokoh adat Aceh, Drs H Nurdin AR MSi, nama permaisuri tersebut adalah Puteri Sendi Ratna Indra.

Namun, penduduk setempat menyebutnya sebagai Putroe Sani. Sani maksudnya adalah Sendi.

Baca juga: Kerajaan Aceh Punya Dua Istana, Begini Kisah Sultan Mengungsi dari Kraton ke Keumala Dalam

“Nama sang permaisuri itu adalah Putri Sendi Ratna Indra binti Maharaja Daèng Mansur alias Syèkh Da-im atawa Teungku Chik di Reubèë,” ujar Nurdin AR yang alumnus UGM Yogyakarta. 

Putri Sendi atau Putroe Sani adalah ibunda dari Puteri Sri Alam Permaisuri atau Sultanah Tajul Alam Safiyatuddin Syah dan Poteu Cut atau Meusrah Popo yang terkadang oleh orang awam disebut Meurah Pupok.

Sultanah Tajul Alam Safiyatuddin Syah selanjutnya melanjutkan kepemimpinan Sultan Iskandar Muda setelah sang suami yang berasal dari Kerajaan Pahang (Malaysia) meninggal dunia.

Adapun Sultan Husein, Maharaja Pidie, adalah paman dari Sultan Iskandar Muda, yaitu abang dari ibundanya. 

Rekomendasi

Setelah observasi awal ke lokasi makam Permaisuri Iskandar Muda, kami dari Museum Manuskrip Aceh merekomendasikan kepada Bupati Pidie, Gubernur Aceh, DPRK Pidie dan DPRA agar melakukan koordinasi untuk rencana rekonstruksi makam tersebut yang meliputi:

1.    Melakukan FGD tentang sosok Permaisuri Puteri Sendri Ratna Indra alias Putroe Sani, baik di Pidie maupun di Provinsi.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved