KUPI BEUNGOH
PPP Ditinggal Umat Jika Khianati Ideologi Politik Islam
seluruh kader PPP, khususnya para pemimpin dan elite partai, wajib mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kerja-kerja politik mereka
Teramat sering ayat-ayat ini saya utarakan dalam group-group WA keluarga besar PPP, dengan harapan agar butir-butir khidmat dan prinsip perjuangan partai tidak sekadar menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar diaktualisasikan dalam kerja-kerja politik.
Sebab, ideologi politik Islam rahmatan lil 'alamin yang menjadi fondasi PPP menuntut implementasi nyata, bukan sekadar retorika.
Tanggung jawab utama untuk mewujudkan hal ini tentu berada di tangan para pemimpin, petinggi, dan elite partai.
Rasulullah Muhammad SAW pun menegaskan, “Aku adalah orang pertama yang melaksanakan apa yang aku perintahkan kepadamu.”
Namun, meski peringatan telah disampaikan berulang kali dan berlandaskan dalil-dalil naqli, para pemimpin PPP tetap bersikap keras kepala.
Mereka menjalankan politik berdasarkan hawa nafsu, bukan ideologi.
Baca juga: Barakallah Muktamar X PPP - Muhasabah: Kembali ke Khittah Sesuai Ideologi Politik Islam
Fenomena ini telah berlangsung lama, dan saya menyebutnya sebagai era politik tanpa ruh ideologi--pengkhianatan terhadap prinsip Islam yang menjadi dasar PPP.
Akibatnya, bukan hanya berdosa dan dibenci Allah, tetapi PPP juga kian terpuruk, kehilangan kepercayaan umat, dan tenggelam dari panggung politik nasional.
Salah satu prinsip perjuangan PPP menyatakan bahwa politik adalah bagian dari ibadah.
Artinya, setiap aktivitas politik harus menjadi bentuk ketaatan kepada Allah, dijalankan dengan ilmu, konsistensi, dan kesetiaan terhadap syariat.
Lawan dari ibadah adalah maksiat--dan politik yang dijalankan tanpa landasan syariat adalah bentuk maksiat yang nyata.
Pengkhianatan terhadap ideologi PPP semakin tampak dalam kontestasi kepemimpinan partai.
Di arena muktamar, praktik politik haram seperti sogok-menyogok dan suap-menyuap (rasywah) dilakukan demi meraih jabatan top leader.
Jabatan itu dianggap sebagai tiket menuju kursi menteri, dan uang yang dikeluarkan untuk rasywah diupayakan kembali dengan berbagai cara, bahkan berlipat ganda.
Ini adalah manifestasi dari “hubbud dunya wa karahiyyatul maut”--cinta dunia dan mengabaikan akhirat.
kupi beungoh
PPP
partai politik
Ideologi
Serambi Indonesia
Partai Persatuan Pembangunan
Politik Islam
| Alue Naga: Menemukan Ketenangan dalam Kesederhanaan |
|
|---|
| Refleksi Lima Tahun Blok B: Saatnya Aceh Menuntut Trasparansi dan Keadilan Distributif |
|
|---|
| Pelajaran Tangkulo dari Kebun Pak Yusuf |
|
|---|
| Merawat Identitas Serambi Mekkah di Tengah Arus Modernisasi |
|
|---|
| Penundaan Persetujuan PoD I Gubernur Aceh: Antara Romantisme Sejarah dan Realisme Investasi Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ghazali-Abbas-Adan-Abang-Jakarta-1979-Politisi-PPP-Mantan-Anggota-Parlemen-RI.jpg)