Kupi Beungoh
Aceh-Malaysia: Jejak Panjang Perdagangan dan Optimisme Baru Menuju Pasar Regional
Berdasarkan kajian historis dan pengalaman lapangan, kami melihat prospek cerah dalam pertumbuhan segitiga ekonomi Aceh-Sumatera Utara-Malaysia.
Oleh: Ismail Rasyid*)
HUBUNGAN perdagangan antara Aceh dan Malaysia memiliki akar sejarah yang panjang dan kuat.
Di masa lampau, aktivitas niaga lebih intens terjadi antara para pengusaha Aceh dengan wilayah seperti Pulau Pinang, Melaka, dan Kuala Lumpur, bahkan meluas ke Singapura.
Di tingkat domestik, hubungan dagang Aceh lebih dominan dengan Sumatera Utara, khususnya Medan, dibandingkan dengan Jakarta yang secara geografis lebih jauh.
Fenomena ini sangat wajar dan terjadi secara alamiah.
Perdagangan tumbuh karena adanya permintaan dan penawaran yang saling bertemu, menciptakan keseimbangan pasar.
Dalam dinamika tersebut, para pelaku usaha hadir dengan latar belakang dan strategi yang beragam.
Faktor-faktor seperti kualitas produk, harga, biaya penanganan, dan logistik menjadi penentu utama daya saing di pasar.
Namun hingga kini, Provinsi Aceh belum sepenuhnya mandiri dalam sektor ekonomi dan perdagangan.
Ketergantungan terhadap Sumatera Utara masih tinggi, mengingat provinsi tetangga tersebut telah memiliki infrastruktur ekspor-impor yang lengkap, seperti pelabuhan, bandara, dan kawasan industri yang mendukung pertumbuhan bisnis.
Baca juga: Dari Aceh ke Panggung Nasional: Kisah Ismail Rasyid Membangun Trans Continent
Prospek Cerah di Segitiga Ekonomi
Sebagai pelaku usaha di sektor logistik, kami telah beroperasi di Sumatera Utara sejak tahun 2008.
Kini, kami mulai melakukan ekspansi dan diversifikasi ke bidang ekspor-impor.
Trans Continent, sebagai bagian dari ekosistem ini, telah membuka kantor cabang di Lhokseumawe dan Banda Aceh sejak 2018.
Meski pertumbuhan belum maksimal, kami tetap optimis bahwa potensi Aceh akan berkembang pesat dalam waktu dekat.
Berdasarkan kajian historis dan pengalaman lapangan, kami melihat prospek cerah dalam pertumbuhan segitiga ekonomi Aceh-Sumatera Utara-Malaysia.
Ismail Rasyid
CEO Trans Continent
PT Trans Continent
aceh malaysia
Potensi Ekonomi
Aceh
kupi beungoh
Serambi Indonesia
Serambinews
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framing Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ismail-Rasyid-dan-Jibril-Gibran.jpg)