Kupi Beungoh
Seabad World Animal Day: Selamatkan Hewan, Selamatkan Planet!
Perayaan World Animal Day (WAD) pertama kali dicetus pada tahun 1925 oleh Heinrich Zimmerman, seorang penulis dan aktivis pelindung hewan.
Namun patut disayangkan, kepedulian terhadap kesejahteraan hewan (kesrawan) masih sangat kurang.
Kesrawan adalah usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan dan memperlakukan hewan sesuai kodratnya.
Pemahaman ini merupakan wujud berlaku adil terhadap sesama makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman-Nya berikut ini penting untuk direnungkan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran terhadap kesrawan.
“Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang kami luputkan di dalam Kitab, Kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan”, (Q.S. Al-An’am: 38).
Pada prinsipnya kesrawan adalah pemenuhan kebutuhan dasar hewan agar mendapatkan lima kebebasan, yaitu: pertama, bebas dari rasa lapar dan haus; kedua, bebas dari ketidaknyamanan; ketiga, bebas dari rasa sakit, luka, dan penyakit; keempat, bebas mengekspresikan perilaku alaminya, dan; kelima, bebas dari rasa takut dan tertekan.
Kesrawan merupakan isu global, namun di negeri kita belum mendapat perhatian serius.
Pemenuhan terhadap hak asasi hewan belum membudaya seperti di negara-negara Barat, Eropa dan negara maju lainnya.
Bahkan, dalam keseharian kita kerap melihat pemandangan kehidupan hewan atau ternak yang jauh dari kata sejahtera.
Di alam bebas, kehidupan satwa liar (wildlife) terancam karena keserakahan dan ketamakan manusia yang mengeksploitasi alam secara berlebihan.
Pembalakan liar dan pembakaran hutan mengakibatkan kematian dan kerusakan habitat hidup mereka.
Akibatnya terciptalah konflik hewan dan manusia.
Baca juga: Razia Pelat BL di Sumut Harus Jadi Momentum, Saatnya Aceh Mandiri
Kesejahteraan hewan liar juga terancam karena ulah manusia yang memburu hewan untuk mengambil bagian tubuhnya seperti: cula, gading, taring, tanduk, bulu dan lainnya.
Lain lagi dengan hewan kesayangan (hobies).
Mereka yang selalu memanjakan tuannya, juga tidak luput dari perlakuan yang melanggar kesrawan.
Dengan berbagai dalih, pemilik kerap melakukan tindakan bedah kosmetik (cosmetic surgery) seperti mencabut kuku, meratakan taring, memotong ekor dan telinga serta tindakan lainnya untuk mempercantik tampilan hewannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kupi-Beungoh-Azhar-Abdullah-Panton.jpg)