Kamis, 23 April 2026

KUPI BEUNGOH

Dari Kenya untuk Aceh: Solusi Tambang Ilegal Bukan Sekedar Penertiban

Menutup tambang memang bisa memberi efek kejut, tetapi tanpa strategi komprehensif, praktik ilegal akan kembali muncul.

Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Ir. Izzan Nur Aslam, S.T., M.Eng - Dosen Pertambangan USK, Mahasiswa S3 di Colorado School of Mines, USA, dan Industry – Academia Liaison di PERHAPI Aceh. 

Oleh Ir. Izzan Nur Aslam, S.T., M.Eng *)

Pembentukan Satgas Khusus (Satgassus) Penertiban Tambang Ilegal oleh Pemerintah Aceh bersama Forkopimda patut diapresiasi sebagai langkah strategis.

Aktivitas tambang ilegal selama ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak hutan, mencemari sungai, dan mengancam keselamatan warga.

Satgassus hadir untuk menertibkan, namun pekerjaan besar menanti.

Menutup tambang memang bisa memberi efek kejut, tetapi tanpa strategi komprehensif, praktik ilegal akan kembali muncul.

Harapan masyarakat bertumpu pada Satgassus, dengan catatan pendekatan yang ditempuh harus lebih konstruktif dan solutif, bukan sekadar represif.

Bahaya yang Sudah Nyata

Tambang ilegal bukan hanya soal melanggar hukum.

Lebih jauh dari itu, tambang ilegal telah menghadirkan ancaman nyata bagi kehidupan masyarakat.

Penelitian di Aceh Jaya oleh Nurul Aflah, dkk. dari Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala telah menunjukkan bagaimana limbah tambang emas yang menggunakan merkuri berakhir mencemari air sungai, air sumur, bahkan tanah yang digunakan warga.

Dari 20 sampel air yang diuji, 13 di antaranya memiliki kandungan merkuri di atas ambang batas aman.

Bahkan, salah satu titik menunjukkan kandungan merkuri hingga 0,040 mg/L, angka yang jauh melebihi standar kesehatan.

Tanah di sekitar lokasi pengolahan emas juga tidak luput dari pencemaran, dengan kadar merkuri mencapai ratusan ppm.

Merkuri adalah zat beracun yang tidak terlihat kasat mata, tetapi efeknya menghancurkan.

Paparan merkuri dapat merusak syaraf, menyebabkan gangguan penglihatan, tremor, hingga kerusakan otak permanen.

Pada ibu hamil, merkuri bisa menimbulkan cacat lahir pada bayi.

Dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga mengancam kesehatan generasi mendatang.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved