KUPI BEUNGOH
Dari Kenya untuk Aceh: Solusi Tambang Ilegal Bukan Sekedar Penertiban
Menutup tambang memang bisa memberi efek kejut, tetapi tanpa strategi komprehensif, praktik ilegal akan kembali muncul.
Oleh Ir. Izzan Nur Aslam, S.T., M.Eng *)
Pembentukan Satgas Khusus (Satgassus) Penertiban Tambang Ilegal oleh Pemerintah Aceh bersama Forkopimda patut diapresiasi sebagai langkah strategis.
Aktivitas tambang ilegal selama ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak hutan, mencemari sungai, dan mengancam keselamatan warga.
Satgassus hadir untuk menertibkan, namun pekerjaan besar menanti.
Menutup tambang memang bisa memberi efek kejut, tetapi tanpa strategi komprehensif, praktik ilegal akan kembali muncul.
Harapan masyarakat bertumpu pada Satgassus, dengan catatan pendekatan yang ditempuh harus lebih konstruktif dan solutif, bukan sekadar represif.
Bahaya yang Sudah Nyata
Tambang ilegal bukan hanya soal melanggar hukum.
Lebih jauh dari itu, tambang ilegal telah menghadirkan ancaman nyata bagi kehidupan masyarakat.
Penelitian di Aceh Jaya oleh Nurul Aflah, dkk. dari Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala telah menunjukkan bagaimana limbah tambang emas yang menggunakan merkuri berakhir mencemari air sungai, air sumur, bahkan tanah yang digunakan warga.
Dari 20 sampel air yang diuji, 13 di antaranya memiliki kandungan merkuri di atas ambang batas aman.
Bahkan, salah satu titik menunjukkan kandungan merkuri hingga 0,040 mg/L, angka yang jauh melebihi standar kesehatan.
Tanah di sekitar lokasi pengolahan emas juga tidak luput dari pencemaran, dengan kadar merkuri mencapai ratusan ppm.
Merkuri adalah zat beracun yang tidak terlihat kasat mata, tetapi efeknya menghancurkan.
Paparan merkuri dapat merusak syaraf, menyebabkan gangguan penglihatan, tremor, hingga kerusakan otak permanen.
Pada ibu hamil, merkuri bisa menimbulkan cacat lahir pada bayi.
Dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga mengancam kesehatan generasi mendatang.
tambang
Solusi Tambang Ilegal
Tambang Ilegal
Kenya
Aceh
Opini
Izzan Nur Aslam
Ir Izzan Nur Aslam ST M Eng
Serambinews.com
Serambi Indonesia
kupi beungoh
Merkuri
| Saatnya Wakaf Harus Naik Kelas, Dari Aset Diam Menjadi Kekuatan Umat |
|
|---|
| PR untuk Rektor di Aceh: Alumni Universitas Menganggur Makin Tinggi |
|
|---|
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framing Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ir-Izzan-Nur-Aslam-ST-MEng.jpg)