Pojok Humam Hamid
MSAKA21: Dakwah dan Penaklukan: Jejak Islam dari Peureulak ke Afrika Utara - Bagian XV
Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, adalah ajang yang menjadi ladang ekspansi militer kekhalifahan awal Islam.
Oleh Ahmad Humam Hamid*)
ISLAM tidak pernah datang ke dunia dengan satu wajah.
Ia tidak menyebar dalam satu corak tunggal, tidak berkembang dalam satu pola tetap.
Sepanjang sejarahnya yang panjang dan lintas benua, Islam menapaki jalan-jalan yang berbeda, bahkan bertentangan.
Kadang melalui pasukan perang dan penaklukan, atau lewat kelembutan tutur para saudagar dan sufi.
Dua jalan itu sama-sama menghasilkan masyarakat Muslim yang besar, namun dengan watak dan jiwa yang berbeda.
Jika kita tarik garis panjang sejarah Islamisasi, dua wilayah mencerminkan dua jalan besar itu dengan sangat jelas.
Wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, adalah ajang yang menjadi ladang ekspansi militer kekhalifahan awal Islam.
Yang satu lagi adalah lebih dua abad kemudian, Peureulak di Aceh, titik mula Islam masuk ke Nusantara yang mewakili jalur damai, kultural, dan penuh diplomasi spiritual.
Dari dua titik ini kita bisa membaca ulang tidak hanya bagaimana Islam datang, tapi juga bagaimana ia membentuk masyarakat yang kini hidup jauh dari asal-usul kedatangannya.
Awal Mula Penyebaran Islam
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, para khalifah menggenggam panji Islam dan membawa ajaran itu melintasi padang pasir, lembah, dan lautan.
Di bawah Khulafaur Rasyidin, kemudian kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah, wilayah Islam meluas dengan kecepatan luar biasa.
Jazirah Arab yang tadinya terbatas dan pinggiran menjadi pusat kekuatan global.
Mesir, Syiria, Persia, hingga Spanyol, dan sebagian India masuk dalam cakupan wilayah Islam.
Afrika Utara, yang sebelumnya dikuasai Romawi Timur dan dipenuhi komunitas Kristen Koptik serta budaya Hellenistik, menjadi salah satu sasaran utama ekspansi militer.
MSAKA21
sejarah Aceh
Sejarah Islam di Aceh
pojok humam hamid
humam hamid aceh
Serambi Indonesia
Serambinews
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Humam-32.jpg)