Rabu, 3 Juni 2026

Hukum Pesta Kembang Api Tahun Baru Menurut Islam, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya

Tahun 2025 akan segera berakhir dan masyarakat bersiap menyambut datangnya tahun baru 2026.

Tayang:
Editor: Amirullah
Tribunnews.com
Pesta kembang api di Bundaran HI, Jakarta pada malam pergantian tahun. Pesta Kembang Api Tahun Baru Masehi Menurut Hukum Islam, Kenali Batasnya 

Namun, kata UAS, bukan berarti tabligh akbar dan doa bersama itu untuk menyambut malam Tahun Baru Masehi.

Kegiatan tersebut lebih kepada untuk mencegah kalangan umat muslim, khususnya anak-anak muda melakukan tindakan maksiat.

Senada disampaikan KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon ini mengatakan, bahwa umat muslim tidak merayakan malam Tahun Baru Masehi.

"Tentang Tahun Baru Masehi, bukan yang dipermasalahkan dzatnya bulan dan hari. Akan tetapi kebiasaan dan kebudayaan yang terjadi di Tahun Baru tersebut. Apa yang dilakukan umat saat itu, berhura-hura, berfoya-foya," kata Buya Yahya, seperti dalam ceramahnya yang diunggah akun Youtube Al Bahjah-TV berjudul Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi Bagi Umat Islam.

Buya Yahya mengatakan, Islam sangat melarang kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mabuk dan berzina.

Saat pergantian malam Tahun Baru Masehi, ada kekhawatiran muda-mudi Islam terjerumus dalam kemaksiatan tersebut.

"Jadi yang kita hentikan adalah kebiasaan jelek. Yang dipermasalahkan adalah mengikuti cara dan gayanya orang-orang kafir itu, mengadakan perayaan meniup terompet," kata Buya Yahya.

Buya Yahya saat menjelaskan soal hukum menoleh saat sedang shalat. (YOUTUBE/AL-BAHJAH TV)
Buya Yahya saat menjelaskan soal hukum menoleh saat sedang shalat. (YOUTUBE/AL-BAHJAH TV) (YOUTUBE/AL-BAHJAH TV)

Meniup terompet, kata Buya Yahya, juga memiliki arti tersendiri bagi kalangan non muslim.

Oleh karenanya, Buya Yahya juga mengimbau agar umat muslim mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang jauh lebih positif.

Ia juga mengimbau agar umat muslim tidak melakukan perbuatan yang sia-sia, yang justru hanya akan mendatangkan kemudaratan.

Apa yang disampaikan UAS dan Buya Yahya sejalan dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 120.

Adapun bunyinya, 

ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم قل إن هدى الله هو الهدى ولئن اتبعت أهواءهم بعد الذي جاءك من العلم ما لك من الله من ولي ولا نصير

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." [al-Baqarah : 120]

Rasulullah صلى الله عليه وسلم pula pernah mengingatkan kita dalam sabdanya :

عن أبي سعيد الخدري قال : قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم : لتتبعن سنن من قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو سلكوا جحر ضب لسلكتموه قلنا يا رسول الله اليهود والنصارى قال فمن

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved