TOPIK
Kematian Zara Qairina
-
Pada malam 15 Juli 2025, Zara dituduh mencuri uang, kartu bank, dan beberapa barang lain.
-
Sidang pemeriksaan kematian Zara Qairina Mahathir kembali digelar pada Kamis (4/9/2025).
-
Sidang lanjutan terkait kematian siswi berusia 13 tahun, Zara Qairina Mahathir, kembali digelar di Pengadilan Koroner
-
“Pendapat pribadi saya, biarkan saja mereka berunjuk rasa. Kita bisa menyesuaikan program Hari Nasional agar tidak terjadi insiden
-
Zara adalah pelajar Kelas Satu di Sekolah Menengah Kebangsaan Agama Tun Datu Mustapha, Papar, Sabah, Malaysia.
-
Seorang guru bahasa Inggris sekolah menengah, Siti Hajar Aflah Sharuddin (39), didakwa di Pengadilan Magistrat
-
Kelima remaja tersebut mengaku tidak bersalah saat sidang pada Rabu (20/8/2025).
-
Tim Investigasi mengaku proses-proses penyelidikan telah diganggu dan dirusak oleh berbagai spekulasi dan hoaks yang beredar di media sosial.
-
Tim pengacara pembela yang dipimpin oleh Datuk Ram Singh juga terlihat, diketahui hadir untuk mewakili salah satu remaja yang didakwa di pengadilan.
-
“Dakwaan ini berdasarkan bukti dan fakta yang diperoleh dari hasil penyelidikan,” demikian pernyataan AGC pada Selasa (19/8/2025)
-
"Meskipun kami tidak akan menoleransi perundungan, mereka tetaplah anak-anak di mata hukum dan hak-hak mereka harus dilindungi
-
“Dua jurnalis perempuan melaporkan merasa tidak aman ketika seorang pria berdiri terlalu dekat, bahkan sampai bergesekan dengan mereka,”
-
Dalam keterangannya kepada kantor berita Bernama, Jaksa Agung Dusuki mengonfirmasi bahwa kelima tersangka yang akan dijerat adalah remaja
-
“Apakah kita tidak malu? Sekolah, universitas, institut, rumah sakit. (Masalah) pelecehan, perundungan. Manusia atau binatang?"
-
“Buku harian itu merupakan bagian penting dari penyelidikan polisi, melengkapi kesaksian dari teman-temannya,” kata Saifuddin
-
Perkembangan baru terungkap dalam kasus kematian tragis siswi 13 tahun, Zara Qairina Mahathir
-
Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak, sehingga tidak boleh ada upaya menutup-nutupi kasus perundungan.
-
"Penyelidikan ini terkait dengan ketidakpatuhan terhadap SOP penyelidikan kasus Zara Qairina dan pengawasan petugas penyidik,"
-
Di TikTok-nya, Dokter bedah itu memberikan gambaran kesimpulan yang beragam seolah-olah Zara Qairina melompat dari gedung sekolah sendirian.