Rabu, 15 April 2026

Video

VIDEO - Sosok KH Mohammad Luthfi Ditempa Sejak Dini: Ngaji Itu Harga Diri Keluarga

Dalam perjalanan hidupnya, ia menyebut keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter.

Sebagai pengasuh pesantren, ia memandang bahwa nilai kebangsaan telah lama menjadi bagian dari tradisi Buntet.

Ia menjelaskan bahwa hubungan antara ulama dan pemerintah harus berjalan beriringan dan saling menghormati.

Baca juga: Di Depan Ulama, Kasatgas Tito Tegaskan Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana Aceh

Sejak awal berdiri, pesantren disebutnya telah menunjukkan komitmen kebangsaan, termasuk melalui pendirian lembaga pendidikan bernama MI Watoniyah yang merefleksikan semangat nasionalisme.

Karena itu, ia menegaskan bahwa prinsip NKRI harga mati menjadi sikap yang dipegang teguh pesantren.

Kontribusi pesantren, menurutnya, kini tidak lagi terbatas pada pendidikan agama.

Pesantren Buntet disebut telah berkembang menjadi institusi sosial yang turut menangani berbagai persoalan masyarakat, mulai dari ekonomi hingga pendidikan karakter.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak pesantren aktif berkolaborasi dengan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas sosial.

Dalam kepemimpinan, ia memegang prinsip penghormatan terhadap santri sebagai manusia yang setara.

Ia meyakini bahwa hubungan yang egaliter antara kiai dan santri akan melahirkan rasa hormat yang tulus dan memperkuat pendidikan karakter.

Menyinggung dinamika sosial dan politik, ia berpandangan bahwa pesantren dan politik memiliki keterkaitan yang tidak terpisahkan, selama dijalankan dengan prinsip tasamuh, tawasut dan tawazun agar tercipta keseimbangan.

Baca juga: Waled Kiran Nahkodai Dewan Syura PKB Aceh 2026–2031, Ulama Dayah yang Konsisten Mengabdi untuk Umat

Kepada generasi muda Cirebon, ia berpesan agar menjadikan membaca sebagai fondasi membangun karakter.

Ia merujuk pada pemikiran dalam buku Membumikan Al-Qur'an karya Quraish Shihab, yang menjelaskan makna mendalam dari perintah Iqra sebagai landasan pengembangan diri.

Sebagai pelajaran terpenting dari perjalanan hidupnya, ia menegaskan bahwa akhlak merupakan fondasi utama dalam kehidupan.

Ia meyakini bahwa kecerdasan dan kehebatan tanpa akhlak akan runtuh, sedangkan akhlak dan adab akan mengangkat derajat seseorang serta membawa kemuliaan dalam hidup.

(tribun-video.com)

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved