Korupsi

Korupsi Rp 106,8 M, Buronan Jaksa Sejak 2015 Ditangkap KPK, Begini Cara DPO Itu Menghindari Incaran

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang buronan jaksa sejak 2015, bernama Sugiarto Wiharjo alias Alay.

Korupsi Rp 106,8 M, Buronan Jaksa Sejak 2015 Ditangkap KPK, Begini Cara DPO Itu Menghindari Incaran
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap seorang buronan jaksa sejak 2015, bernama Sugiarto Wiharjo alias Alay, Rabu (6/2/2019).

Sugiarto adalah buronan Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Lampung.

Ia adalah terpidana dalam kasus korupsi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Lampung yang merugikan negara Rp 106,8 miliar.

Penangkapan itu dilakukan tim KPK beserta tim intelijen Kejaksaan Tinggi Bali.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, Sugiarto ditangkap sekitar pukul 15.40 WITA, Rabu (6/2/2019).

Sugiarto ditangkap di sebuah restoran hotel di daerah Tanjung Benoa, Bali saat sedang makan bersama keluarga.

Dalam siaran pers KPK seperti dikutip dari Kompas.com disebutkan, Kejaksaan Agung RI telah menerbitkan DPO atas nama Sugiarto Wiharjo sejak tahun 2015.

"Kejaksaan Agung saling berkoordinasi antar penegak hukum Polri dan KPK untuk mencari dan menemukan keberadaan terpidana," demikian antara lain bunyi siaran pers tersebut.

Baca: Tujuh Bulan Pasca OTT KPK di Aceh, Muncul Petisi Rakyat Aceh Tolak Kriminalisasi Irwandi Yusuf

Baca: Ini Isi Lengkap Petisi Rakyat Aceh Hentikan Kriminalisasi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf

Baca: KPK Tangkap 8 Orang dan Bawa Kardus Berisi Uang Rp 1 M dalam OTT Bupati Mesuji, Begini Penjelasannya

KPK memfasilitasi bantuan tersebut setelah mendapatkan permintaan dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Lampung pada Mei 2017 silam.

KPK menyebutkan, sejak ditetapkan sebagai DPO, terpidana selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, serta menggunakan nama palsu agar terhindar dari incaran petugas.

Halaman
123
Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved