Minggu, 19 April 2026

Opini

Rahasia Umur

HADIS di atas mendeskripsikan tentang durasi kontrak manusia dengan Allah Swt untuk hidup dalam

Editor: bakri

Umur pada angka 40 tahun biasanya menyadarkan manusia akan hakikat diri, dari mana asal-usulnya, dari mana datang dan kemana ia akan kembali. Allah Swt berfirman, “...apabila ia (manusia) telah dewasa dan umurnya samapai 40 tahun, ia berdoa: Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada-Mu, dan sungguh aku adalah termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.” (QS. al-Ahqaf: 15).

Ilmuwan menjelaskan bahwa kekuatan akal, tubuh dan kreativitas manusia itu puncaknya pada usia 39 tahun. Sementara menginjak usia 40 tahun, setiap individu mulai mengalami penurunan potensi dari banyak aspek. Menurut George Bartzokis dari Universitas California, orang yang berusia 40 tahun ke atas tidak lagi mudah melakukan olahraga fisik secara kontinyu. Hal itu disebabkan kekurangan pada kekuatan otot, pergelangan dan itu terus akan menurun daya tahan tubuh secara bertahap sejalan dengan pertambahan usia.

Usia 39 tahun yang dimaksud ilmuwan itu berdasarkan kalender Syamsiah (Masehi). Bila dilihat secara kalender hijriah, maka maksudnya adalah usia 40 tahun, yang merupakan klimaks kesempurnaan badan dan akal sebagaimana diisyaratkan Surah Al-Ahqaf ayat 15 di atas. Kesempurnaan akal karena menurut sebuah penelitian terakhir menyebutkan bahwa perkembangan otak dan kematangannya terus berlanjut hingga usia 40 tahun.

Perkembangan yang paling penting pada usia 40 itu adalah bagian prefrontal cortex yang dalam bahasa agama disebut an-nashiah (ubun-ubun), yang menentukan kematangan dalam mengambil keputusan, keseimbangan emosional, kematangan dalam perencanaan dan prilaku. Aspek-aspek inilah kemudian yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Ini juga menjadi pertimbangan bagi kita dalam menempatkan seseorang yang dituakan, ditokohkan dan seterusnya sebaiknya ketika mencapai usia ini.

Dari uraian ini kiranya mendorongkan kita untuk meningkat kualitas umur yang Allah berikan. Kebahagiaan atau kesengsaraan itu hakikatnya pada kemampuan untuk menggunakan umur dengan sebaik-baiknya. Bicara umur berarti bicara waktu. Bicara waktu bicara jam, menit dan detik. Janganlah ada detik-detik yang tersia-siakan. Allah Swt di banyak ayat dalam Alquran, bersumpah dengan waktu. Itu menunjukkan bahwa waktu itu urgent, penting. Nah!

* Fauzi Saleh, dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh. Email: fauzisaleh09@gmail.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved