Breaking News:

Kupi Beungoh

Meneropong Hubungan Intelektualitas Aceh (Dayah, Al- Azhar, dan Alumni Timur Tengah)

Jangan kita disibukkan dengan memperdebatkan urusan furuiyyah sehingga syaitan, kafir, dan musuh Allah lainnya kehilangan musuh untuk dilawan.

Editor: Zaenal
IST
Mustafa Husen Woyla 

Oleh: Mustafa Husen Woyla

Aceh memang selalu menarik untuk dikaji dan telusuri dari berbagai aspek, mulai dari masa kerajaan Aceh hatta bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Terlebih jika bicara Islam di NKRI, tentu titik nol kilometernya bermula dari Aceh.

Abaikan titik nol yang bermula di nun jauh di sana. Karena jika ditarik benang merahnya, Islam tetap bermula di Aceh.

Aceh dan 7 provinsi lain di Indonesia berada tepat di atas daerah istimewa di bumi ini, yakni garis khatulistiwa.

Ditambah lagi Aceh sebagai pemodal terbebasnya NKRI dari penjajahan kafir harbi laknatullah alaih.

Dan yang paling berjasa dunia akhirat adalah Aceh, tempat transit muballigh muslim membebaskan manusia dari belenggu penyembah setan dan hantu.

(Baca: Pimpinan Pesantren Ini Nilai Ada Kelemahan Dalam Penegakan Syariat Islam di Aceh Tenggara)

Atas kehendak Allah, Aceh-lah yang berjasa mengirim para da’i  yang pada akhirnya dikenal dengan Wali Songo,  itu juga sebagiannya berasal dari Aceh.

Puncaknya gemilangnya, Ibu Negara Indonesia bernama Jakarta itu disematkan oleh putra Aceh bernama Syarif Hidayatullah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved