Cita-cita Umrahkan Orang Tua tak Kesampaian

Raihan Alsyahri (16) mulai bersekolah di SUPM Ladong, Aceh Besar, sejak Juli 2018. Ia rela meninggalkan rumah dan keluarganya

Cita-cita Umrahkan Orang Tua tak Kesampaian
IST
Alm Raihan Alsyahri

Menurut Harun, memang ada beberapa kegiatan siswa junior yang dibimbing oleh siswa senior, tapi tetap dalam pengawasan guru maupun pembina. Seperti kegiatan baris-berbaris yang melibat anggota Brimob untuk melatihnya.

Namun, terkait meninggalnya Raihan (16), Harun mengaku pihak sekolah sangat berduka. Pihaknya menyerahkan penyelidikan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Ia juga mengaku akan sangat terbuka dan siap memberikan informasi demi pengungkapan kasus tersebut. Selama penyelidikan beberapa hari terakhir, sudah ada sejumlah siswa dan dewan guru yang diminta keterangan oleh polisi.

Menurutnya, selama ini pengawasan yang dilakukan sudah maksimal, bahkan pihaknya juga memasang CCTV di sejumlah lokasi. Namun, kasus yang menimpa siswa kelas satu jurusan nautika perikanan laut diakui luput dari pengawasan pihaknya.

Kata Harun, pihak sekolah mengetahui Raihan sudah tidak mengikuti kegiatan di sekolah sejak Selasa (29/2) sore dan ia diketahui menghilang sejak Rabu (30/2) sore. Sementara siswa kelas 3 yang diduga sebagai pelaku penganiayaan meninggalkan sekolah pada Kamis (28/3) sore, ia meninggalkan sekolah setelah meminta izin kepada guru karena mengaku sakit.

Semenjak menghilangnya Raihan, pihak sekolah melakukan pencarian ke sejumlah lokasi. Namun, pihak sekolah tidak menaruh curiga jika korban meninggal di atas bukit di belakang sekolah.

Padahal, berdasarkan pengakuan Harun, bukit tempat ditemukan jenazah Raihan itu memang sering didatangi siswa SUPM untuk sekadar duduk-duduk pada sore hari. Apalagi jika sedang musim jambu keling (boh jamblang), perbukitan itu banyak didatangi siswa.

Seharusnya, pada hari mayat Raihan ditemukan, ia dijadwalkan berangkat praktik kerja lapangan (PKL) untuk pertama kalinya. Rencananya ia akan praktik lapangan bergabung dengan nelayan di Lampulo, Banda Aceh, karena jurusan Raihan berkaitan dengan alat tangkap.

Akibat penganiayaan yang dialaminya, sehingga pada Jumat (1/3), saat siswa kelas I SUPM Ladong dilepaskan untuk praktik kerja lapangan selama satu bulan, Raihan gagal berangkat. Kemudian pada sore harinya mayat Raihan ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Begitulah takdir Raihan. (mun/tribun medan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved