5 Fakta Oknum Guru Olahraga Cabuli 7 Siswi SD, Mengaku Hanya Gemas hingga Dipicu Istri Sedang Hamil

Pelaku berhasil diamankan Kamis (21/3/2019) siang pukul 14.00 WIB, seusai orangtua korban melaporkan pelaku kepada polisi.

5 Fakta Oknum Guru Olahraga Cabuli 7 Siswi SD, Mengaku Hanya Gemas hingga Dipicu Istri Sedang Hamil
IKAANGGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Tersangka Mar alias Dion (27) yang merupakan salah satu oknum guru olahraga yang juga merupakan warga Dusun IV Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih yang diduga telah mencabuli beberapa siswi di SDN 2 Lembak diamankan di Polsek Lembak (IKAANGGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM) 

SERAMBINEWS.COM - Mardiono alias Dion (27) oknum guru olahraga di SD Negeri di Lembak Muaraenim, Sumatera Selatan, kedapatan mencabuli siswinya di tempatnya mengajar.

Pelaku berhasil diamankan Kamis (21/3/2019) siang pukul 14.00 WIB, seusai orangtua korban melaporkan pelaku kepada polisi.

Berikut TribunWow.com rangkum sejumlah fakta kasus pencabulan ini mulai dari kronologi, pengakuan pelaku, hingga kasus lain yang terungkap.

 
1. Awal Terungkap

Dikutip dari TribunSumsel.com, awalnya siswi  yang berinisial AA hendak mengganti pakaian olahraga di ruang kelas, pada Kamis (14/3/2019) lalu.

Pelaku kemudian mendatangi korban dan disebutkan menarik rambut korban.

Selanjutnya guru olahraga itu melakukan aksi pencabulan.

Bahkan pada penuturan pelaku kepada polisi, pelaku mengatakan hal itu dilakukan di depan dua teman korban lainnya.

Ketika ia mencabuli AA siswi lain hanya menyaksikan dan tidak berani melakukan apa-apa.

"Pertama saat usai olahraga jam ganti pakaian, AA saya dekati lalu saya pegang pipinya dan saya ciumi. Dia berontak, lalu saya pegangi (mencabuli), saat itu ada dua siswi lainnya," kata pelaku.

Korban yang mendapatkan perlakuan tak pantas dari gurunya, lantas mengadu kepada orangtuanya.

Didampingi kepala sekolah, sejumlah siswi korban pencabulan itu datang ke Mapolsek Lembak untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Lembak,Iptu Desi Azhari SH MSi membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Kapolres Muaraenim,AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Lembak,Iptu Desi Azhari SH MSi menuturkan dalam penangkapan pelaku, ada sejumlah barang bukti yang diamankan ,yaitu berupa pakaian korban saat kejadian.

"Tersangka sudah kita amankan guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut, selain itu kita juga telah mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban pada saat kejadian," jelasnya.

Baca: Banyak Kecaman karena Bikin Kecanduan, Game PUBG Mobile Mulai Batasi Waktu Bermain Maksimal 6 Jam

Baca: Nelayan di Pidie Kesulitan Mengurus Surat Laik Operasional Melaut, Ini Penyebabnya

2. Kasus Lain Terbongkar

Dikutip dari Kompas.com, dari hasil interogasi terungkap kasus pencabulan lainnya.

Awalnya pada interogasi awal, pelaku mengatakan hanya mencabuli dua siswinya.

Namun setelah proses penyelidikan dilakukan, ternyata pelaku telah mencabuli 7 siswi.

Para korban tersebut merupakan warga Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim.

“Dari hasil penyelidikan dan dari laporan korban lain, jumlah korban bertambah menjadi tujuh orang, Namun, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah," ujar Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono saat dikonfirmasi, Jumat (22/3/2019).

Pelaku mengakui mencabuli hanya satu orang yakni AA, sementara enam lainnya sekedar salah pegang saja.

"Kalau enam siswi lain saya hanya salah pegang payudaranya, rata-rata murid saya dan saya minta maaf karena salah pegang payudara mereka. Itu enam salah pegang bulan ini saja," bantahnya.

3. Pelaku Mengaku hanya Gemas

Pelaku yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada polisi mengaku hanya gemas kepada korbannya, seperti dikutip dari TribunSumsel.com.

"Jadi saya itu melihat AA itu gemes, pengen mencubit pipi dan pegang dadanya. Saya bukan nafsu, tapi hanya gemes saja," ungkap pelaku ketika dibincangi dihadapan Kapolsek dan anggota Polsek Lembak ketika dibincangi, Kamis (21/3/2019).

Ia mengatakan memang dekat dengan korban AA.

"AA ini memang dekat dengan saya sehingga saya gemes, saya tidak nafsu tapi saya puas," bebernya.

Namun tentunya alasan pelaku tidak dapat dibenarkan meski telah dekat dengan korban.

4. Istri Pelaku Sedang Mengandung

Selain itu, pelaku juga mengatakan ia melakukan perbuatan bejat tersebut dipicu oleh keadaan istrinya yang kini tengah hamil.

"Memang saya melakukan itu karena istri saya lagi hamil," ujar pelaku.

5. Status Guru Honorer

Pelaku juga menjelaskan ia masih berstatus sebagai guru honorer di sekolah tempat ia mengajar.

Status honorernya telah dimulai sejak Agustus 2018.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono menuturkan pihaknya selain memproses secara hukum, polisi akan membantu mengatasi trauma para korban dengan cara bekerja sama dengan pemerintah daerah Muara Enim, orangtua dan guru.

Polisi akan menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak secara maksimal berupa ancaman hukuman penjara maskimal 15 tahun.

“Untuk pelaku Mardiono kita menerapkan proses hukum secara tegas dan kita terapkan pasal dalam undang-undang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” katanya.

Kasus yang menggegerkan dunia pendidikan di Kabupaten Muara Enim itu terus didalami petugas kepolisian.

 Simak video ini; 

Baca: Liga Dangdut Indonesia 2019, Faul dari Bener Meriah Dapat Ranking Tertinggi di Grup 4

Baca: Melalui Ajang The NextDev, Telkomsel Ajak Anak Muda Kembangkan Bisnis Starup, Ini Syaratnya

Baca: Boat Aceh Meledak di Malaysia - Pemulangan Satu Jenazah dan 2 Nelayan Aceh Sedang Dilakukan

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul 5 Fakta Guru Olahraga yang Cabuli 7 Siswi SD, Mengaku Hanya Gemas hingga Dipicu Keadaan Istrinya

Editor: faisal
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved