Kamis, 30 April 2026

Opini

Pendidikan Berasrama; Ancaman Homoseksual

Homoseksual (liwath, sodomi) merupakan perilaku orientasi seksual sesama jenis, baik sesama perempuan

Tayang:
Editor: bakri
IST
Adnan, Dosen IAIN Lhokseumawe dan Penulis buku ‘Parenting Qurani’ 

Keempat, perilaku homoseksual pada model pendidikan berasrama juga disebabkan oleh faktor pemisahan ruang belajar antara perempuan dan laki-laki. Memang satu sisi pemisahan ini bertujuan mencegah terjadinya perilaku menyimpang, semisal pacaran, mesum (khalwat), bercampur dengan lawan jenis (ikhtilat) dan perzinahan. Juga dapat membuat pembelajaran lebih terarah di dalam kelas.

Akan tetapi, di sisi lain pemisahan ruang belajar menimbulkan efek negatif, yakni munculnya intensitas pertemuan yang sangat tinggi sehingga berakibat kurangnya pengetahuan tentang identitas diri. Akibatnya, muncullah ketertarikan kepada sesama jenis (homoseksual), bukan lawan jenis (heteroseksual). Dampak negatif ini jarang mendapatkan perhatian dari para guru pada model pendidikan berasrama.

Kelima, penghuni kamar homogen. Realitas menunjukkan bahwa banyak lembaga pendidikan berasrama baik tradisional maupun modern menggunakan satu unit kamar untuk dihuni beberapa santri sesama jenis dalam waktu yang lama. Padahal, perilaku homoseksual terjadi salah satu faktornya adalah penggabungan santri secara homogen dalam satu kamar.

Sehingga memunculkan ketertarikan seksual kepada sesama jenis, semisal cemburu, berbagi selimut, mengirim surat dan tidur bersama dalam satu ranjang (Rohmah, 2011). Padahal, ini berlawanan dengan sabda profetik yang memerintahkan agar anak yang sudah berusia 10 tahun (baligh, puber) dipisahkan tempat tidurnya dengan yang lain. Idealnya satu kamar dihuni satu santri saja untuk mencegah terjadinya perilaku homoseksual.

Sebab itu, model pendidikan berasrama yang didesain untuk menumbuhkan moral feeling dan moral behavior pada anak harus mendapatkan pengawasan dari berbagai pihak. Jangan sampai model pendidikan berasrama yang dianggap jalur alternatif untuk menyelamatkan generasi bangsa dan agama dari pergaulan bebas, malah terjebak pada perilaku homoseksual yang berlawanan dengan kefitrahan manusia itu sendiri.

Maka dampak negatif dari model pendidikan berasrama tersebut diharapkan menjadi bahan kontemplasi kolektif semua pihak untuk mengawasi penuh jalannya pendidikan berbasis asrama, agar kasus-kasus pelecehan seksual berupa homoseksual tidak terulang lagi di masa depan. Semoga!

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved