Breaking News:

Kisruh PNA

Bagaimana Nasib Falevi Sebagai Caleg PNA Terpilih Setelah Dipecat Iwandi? Ini Penjelasan KIP Aceh

Setelah dia dipecat oleh Irwandi dari jabatannya sebagai Ketua II DPP PNA, apakah Falevi bisa dilantik menjadi anggota DPRA?

Penulis: Subur Dani | Editor: Safriadi Syahbuddin
KOLASE SERAMBINEWS.COM
M Rizal Falevi, pengurus Partai Nanggroe Aceh (PNA), anggota DPRA terpilih periode 2019-2024. 

Namun, Sekretaris MTP PNA yang juga menjabat Ketua Mahkamah Partai PNA, Sayuti Abubakar menilai MTP tidak berwenang untuk itu.

Polemik internal ini pun kian memanas, Irwandi Yusuf yang sudah diberhentikan dari Ketua Umum oleh Majelis Tinggi Partai, mengeluarkan dua surat pemberhentian.

Irwandi memecat dua pengurus DPP PNA, Tarmizi (Wak Tar) dan M Rizal Falevi Kirani, masing-masing selaku Ketua I dan II DPP PNA.

Tarmizi MSI (Wak Tar) dan M Rizal Falevi Kirani, mengaku tidak terkejut dengan surat pemberhentian itu.

"Kami sudah memprediksikan kalau kami akan dipecat, sebab itu yang bisa lakukan dalam kondisi panik ini. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk menghenti Kongres Luar Biasa yang segera akan berlangsung," kata Wak Tar dan Falevi, dilansir dari Harian Serambi Indonesia edisi hari ini.

Caleg terpilih

Untuk diketahui, M Rizal Falevi adalah caleg DPRA dari PNA yang terpilih pada Pemilu 2019 lalu. Maju dari daerah pemilihan (dapil) II (Pidie dan Pidie Jaya), Falevi sukses mengantongi suara sebanyak 10.989.

Nah, setelah dia dipecat oleh Irwandi dari jabatannya sebagai Ketua II DPP PNA? Lantas apakah Falevi bisa dilantik menjadi anggota DPRA akhir September ini?

Komisioner KIP Aceh, Munawarsyah yang dikonfirmasi Serambinews.com, Sabtu (14/9/2019) mengatakan, klausul tentang itu diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih Dalam Pemilihan Umum.

Menurutnya, ada tiga hal yang bisa menunda seseorang calon terpilih untuk ditunda dilantik atau bahkan digantikan oleh yang lain. Pertama inkrah pengadilan, kedua terkait kasus narkoba, terakhir dipecat dari keanggotaan partai politik.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved