Minggu, 19 April 2026

Berita Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Apresiasi Kehadiran Kebun Binatang Jantho, Ini Harapan Mawardi Ali

Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali memberikan apresiasi atas kehadiran kebun binatang Taman Safari Gunung Putih Lestari (GPL) milik Tgk Abdul Hafidh

Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
HUMAS PEMKAB ACEH BESAR
Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali bersama pemilik Taman Safari Gunung Putih Lestari (GPL) Tgk Abdul Hafidh Al-Fairusy Al-Baghdadi di Gampong Cucum, Kecamatan Kota Jantho, Rabu (18/9/2019). 

Bupati Aceh Besar Apresiasi Kehadiran Kebun Binatang Jantho, Cocok untuk wisata dan edukasi

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Bupati Aceh Besar, Ir H Mawardi Ali memberikan apresiasi atas kehadiran kebun binatang Taman Safari Gunung Putih Lestari (GPL) milik Tgk Abdul Hafidh Al-Fairusy Al-Baghdadi di Gampong Cucum, Kecamatan Kota Jantho.

Secara khusus, Bupati Mawardi Ali bersama Sekdakab Aceh Besar, Drs H Iskandar MSi, Kadisdikbud Aceh Besar Dr Silahuddin MAg, Direktur PDAM Tirta Mountala Ir Sulaiman, dan sejumlah pejabat lainnya mengunjungi lokasi wisata tersebut, Rabu (18/9/2019) petang.

Pada kesempatan itu, pemilik GPL yang akrab dipanggil Cut Fit Tanoh Abee, anak kandung almarhum Abu Tanoh Abee, di hadapan Bupati menjelaskan, kebun binatang yang memiliki luas sekitar 60 hektare itu juga dikemas dengan balutan taman bunga yang indah.

Direncanakan pula, akan dibangun waterboom (kolam pemandian). Pihak pengelola mengoleksi ratusan jenis satwa seperti burung Unta, burung Rhea, burung Emu (asal Australia), dan Kasuari (Papua). Di samping itu, ada juga burung Merak, Rusa, Kambing Batu, Domba Merino, dan satwa lainnya.

Jumlah Pasien yang Dirawat Akibat Demam Berdarah Terus Bertambah, Ini Langkah Dinkes Aceh Singkil

Kontingen MTQ Abdya Dilepas ke Pidie, Wabup Janjikan Bonus bagi Peserta Berprestasi

351 Anak di Bireuen Alami Stunting, Pemkab Susun Rencana Aksi Cegah Stunting

Cut Fit menambahkan, kebun binatang miliknya itu berbeda dengan kebun binatang pada umumnya. Sebab, taman safari ini berkonsep syariat Islam dan menjadi tujuan wisata keluarga, sekaligus tempat riset bagi mahasiswa atau peneliti.

“Karena berkonsep syariat Islam, pengunjung yang datang tidak boleh nonmuhrim. Bagi yang nonmuslim juga harus mematuhi adat lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar berharap, kehadiran Taman Safari GPL dapat terus mengembangkan destinasi wisata dan sekaligus akan menjadi edukasi bagi para pelajar dan masyarakat.

Di samping itu, katanya, akan menambah keramaian di Kota Jantho serta peningkatan ekonomi warga setempat.

“Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk mendukung dan menjaga fasilitas wisata ini,” harap Mawardi Ali.

Warga Minta Pengaspalan Jalan di Simpang Jernih Segera Diselesaikan

Dalih Kerasukan Setan, Pria Beristri Tega Gagahi Keponakannya Sendiri Sejak Masih Lajang

Lepas Kontingen MTQ, Pemko Subulussalam Janjikan Bonus Rp 25 Juta kepada Setiap Juara Pertama

Namun demikian, Mawardi Ali mengakui, saat ini fasilitas air bersih dan jalan menuju lokasi wisata tersebut belum sempurna. “Insya Allah, tahun 2020 kita akan anggarkan untuk pembangunan fasilitas umum tersebut,” ucap Mawardi.

Di sisi lain, Bupati Aceh Besar mengharapkan Disdikbud Aceh Besar untuk dapat mengagendakan kunjungan edukasi bagi pelajar, mulai tingkat PAUD, SD, hingga SMP, sehingga anak didik mengenal berbagai satwa dan keindahan alam karunia Allah SWT yang terbentang luas dan indah di Kabupaten Aceh Besar, khususnya di kawasan Kota Jantho.(*)

Kisah Safrizal, Putra Sawang Aceh Utara yang Bangun Masjid di Pedalaman Kalimantan Barat\

Bocah yang Disuruh Mengemis Saat Ditemukan Aparat Keamanan Masih Terantai, Begini Kondisinya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved