Berita Banda Aceh

Wali Nanggroe Mengaku, Aceh belum Mampu Tampil Beda dari Provinsi lain, Ini Penyebabnya

Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar mengeluarkan pernyataan yang sedikit mengejutkan tentang keberadaan Aceh.....

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar. 

Wali Nanggroe Mengaku Aceh belum Mampu Tampil Beda dari Provinsi lain, Ini Penyebabnya

 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haytar mengeluarkan pernyataan yang sedikit mengejutkan tentang keberadaan Aceh. 

Dia mengatakan, meskipun Aceh mendapat hak istimewa yang diperkuat oleh dua undang-undang yang tidak dimiliki oleh daerah lain, tapi Aceh belum mampu tampil beda.

Hal itu disampaikan oleh Wali Nanggroe saat membuka acara FGD Identifikasi Isu Strategis Penyelenggaraan Keistimewan Aceh dan Technical Meeting Pemberian Anugerah Wali Nanggroe Aceh II Tahun 2019, di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (20/11/2019) malam.

“Diakui atau tidak meskipun Aceh mendapat hak istimewa yang diperkuat oleh dua undang-undang yang tidak dimiliki oleh daerah lain, tapi Aceh belum mampu tampil beda dibanding provinsi lain di Indonesia, baik dalam agama, adat, dan pendidikan,” kata Malik Mahmud.

Setelah Guru PAI, Giliran Guru Tahfiz dan Diniyah Ikut Pelatihan Pengembangan Karakter Islami

Guru-Guru SMA Negeri 33 Jakarta Kenakan Pakaian Motif Kerawang Gayo, Heboh di Medsos, Mengapa?

Liga Gampong Wali Kota Lhokseumawe Cup III, Kesebelasan Seuneubok Kalahkan Tunong

Untuk mencari solusi atas persoalan itu, Wali Nanggroe melalui rilis mengatakan mengundang berbagai pihak.

Tujuannya untuk duduk bersama mendiskusikan isu-isu strategis yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam penyelenggaraan keistimewaan Aceh, serta merumuskan strategi penyelesaiannya.

Kegiatan FGD itu sendiri akan belangsung selama delapan hari yang dimulai dari tanggal 20-28 November 2019. 

Wali Nanggroe berharap, kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahun melalui mekanisme musyawarah rencana pembangunan keistimewaan.

“Lembaga Wali Nanggroe tidak saja menjadi bagian dari peradaban bangsa Aceh akan tetapi juga sebagai salah satu wujud kekhususan dan keistimewaan Aceh,” tambah mantan Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebelum perdamaian Aceh terwujud pada 2005.(*) 
 

BKPSDM Aceh Tamiang Sediakan Loket Khusus CPNS Hamil dan Berkebutuhan Khusus

Kapolres Aceh Timur Pimpin Nekropsi Bangkai Gajah Mati di Gampong Seumanah Jaya

Pembangunan Jembatan Manyakpayed menjadi Temuan Inspektorat

 
 
 


Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved