Selasa, 21 April 2026

Kupi Beungoh

Jangan Tergiur Bekerja di Malaysia, Sama Ada yang Sudah di Malaysia Jangan Tergiur Kerja di Aceh

Adapula yang tergiur untuk bertarung dalam konstelasi pilkada maupun menjadi caleg, terutama dari partai lokal.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Hand over
Jafar Insya Reubee, perantau Aceh di Malaysia. 

Oleh Jafar Insya Reubee*)

POSTINGAN ini saya tulis berdasarkan pengalaman selama beberapa tahun, khususnya dalam satu tahun terakhir.

Kondisi perekonomian Aceh yang sedang tidak bagus, membuat banyak anak muda, termasuk para gadis, tergiur untuk mencari peruntungan di Malaysia.

Negeri jiran ini bagaikan kilauan emas di mata mereka.

Anak-anak muda, gadis-gadis, hingga para janda pun berbondong-bondong pergi ke Malaysia.

Hasilnya sungguh miris, banyak dari mereka yang terlunta-lunta di negeri seberang.

Tak sedikit yang ditangkap dan dipenjara karena tak bisa menunjukkan izin tinggal.

Berita-berita orang yang mengalami kesulitan dan kemalangan semakin sering menghiasi media, terutama di media group Serambi Indonesia.

Haji Uma: Perlu Orang Terdekat untuk Melacak Bapak Tiga Anak yang Hilang Kontak di Malaysia

6 Tahun Hilang Kontak dengan Suami di Malaysia, IRT di Aceh Timur Harap Bapak 3 Anak Itu Kembali

Bayi Warga Aceh di Malaysia Lahir dalam Kondisi Bocor Jantung, Hingga Akhirnya Meninggal Dunia

Kondisi ini tak jauh beda dengan apa yang dialami oleh teman-teman saya yang tinggal dan berusaha di Malaysia.

Amatan saya, banyak teman-teman yang sudah memiliki usaha di Malaysia, pulang ke Aceh karena tergiur akan narasi indah tentang banyaknya proyek pemerintah yang bisa menghasilkan uang secara mudah.

Adapula yang tergiur untuk bertarung dalam konstelasi pilkada maupun menjadi caleg, terutama dari partai lokal.

Hasilnya, beberapa teman meninggalkan kedai dan usaha.

Mereka kembali ke Aceh untuk menjemput mimpi yang sejatinya tak pernah ada.

Mirisnya kondisi ini dialami oleh teman-teman dekat saya. Ada yang tergiur dengan “indahnya” narasi yang dibangun tentang proyek-proyek di pemerintahan, atau pun ingin menjajal diri sebagai calon dalam pilkada.

Padahal, beberapa teman saya ini sama sekali tidak tahu dengan peta dan prosedur politik di tanah kelahirannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved