OPINI
Rahasia Musibah dalam Alquran
TIDAK terasa 15 tahun musibah gempa tsunami Aceh telah berlalu. Musibah tersebut sampai kini masih menyisakan trauma mendalam
Pertama, musibah sebagai azab yang yang diturunkan Allah kepada orang-orang kafir. Kedua, musibah dalam bentuk peringatan yang diberikan kepada suatu negeri yang sebagian penduduknya masih lalai beribadah kepada Allah. Dan ketiga, musibah berupa ujian bagi orang-orang beriman.
Musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh 15 tahun lalu merupakan peringatan Allah agar kita kembali ke jalan yang benar. Oleh karenanya sudah sepatutnya masing-masing kita bermuhasabah (introspeksi diri), meminta ampun dan bertaubat kepada Allah. Meminta ampun dan bertaubat adalah satu-satunya jalan agar Allah terus menerus menurunkan keberkahan dan kenikmatannya.
Sebagaimana yang dikisahkan ketika kaum `Ad berbuat dosa Allah memerintahkan Nabi Hud agar menyeru kepada kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah agar Allah memberikan keberkahan dan kenikmatan yang terus menerus.
Seperti yang disebutkan dalam Alquran Surat Hud ayat 3: "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan.
Menghadapi berbagai ancaman bencana yang kerap terjadi di negeri kita. Biasanya kita sering membahas terkait upaya meminimalisir jumlah korban, mengurangi resiko bencana dengan cara membangun escape building, early warning system, jalur evakuasi dan pengajaran kebencanaan bagi masyarakat dan siswa sekolah dan lain-lain.
Namun sebagai Muslim kita terkadang lupa, bahwa sandaran vertikal kita dalam membangun kesiagaan bencana itu adalah dengan meminta ampun dan bertaubat kepada Allah Swt.
Demikian Allah telah menjelaskan berbagai rahasianya dalam Alquran sebagai pelajaran sekaligus sandaran vertikal bagi orang yang beriman, bahwa perumpamaan bangsa dan kaum yang telah dimusnahkan Allah hanya karena ulah dan kejahatan mereka sendiri.
Ingat Endatu kita dahulu juga pernah mengatakan: "Suatu saat nanti apabila penduduk negeri ini (Aceh) sudah sangat zalim, bejat moralnya, mengabaikan hukum, melanggar adat dan pantangan, maka air baik dari laut maupun dari sungai akan naik ke darat memusnahkan mereka, agar bumi Aceh tetap bersih seperti sedia kala". Allahu'Alam bissawab!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/munawar-a.jpg)