Breaking News:

Investasi UEA di Aceh

Menteri Agama Fachrul Razi: Aceh Harus Bersiap Sambut Investasi UEA

Menag Fachrul Razi mengatakan, Aceh harus segera bersiap menyambut rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) di bidang properti.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Menteri Agama saat menerima 25 tokoh Aceh di Jakarta, Kamis (6/2/2020). 

Delegasi TIM dipimpin Ketua Pengurus Pusat TIM, Surya Darma. Sejumlah tokoh Aceh yang hadir, diantaranya H. Adnan Ganto, Mustafa Abubakar, Azwar Abubakar, Sayuti Abubakar, Tarmizi A Karim, Anwar Johan, T. Safli Didoh,  Saripudin Husin, Arif Jamaluddin, Humaimah Wahid, Fikar W.Eda, Ayah Muchtar, Azwani Sabil, Sayuti Is, Sulaiman AB , Asyik Ali, Ibrahim Pidie, Salahuddin Nyak Kaoy dan lain-lain.

Menteri Agama Fachrul Razi didampingi Sekjen Kementerian Agama dan beberapa pejabat kementerian.

Di awal pertemuan, Ketua PP TIM Surya Darma, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga bahwa ada dua warga Aceh yang duduk di Kabinet Indonesia Maju.

"Tradisi kita, kepada para menteri dan wakil rakyat kita peusijuek," kata Surya Darma. Disampaikan juga perkembangan organisasi TIM dan misinya sebagai organisasi paguyuban masyarakat Aceh di Ibukota. 

"Selain cabang dan ranting, kita juga punya organisasi lokal dari daerah-daerah yang ada di Aceh," sambung Surya Darma.

Tokoh Aceh Adnan Ganto dalam pertemuan itu menyampaikan prihal masih tingginya angka kemiskinan di Aceh dan mengharapkan  Menteri Agama ikut serta menekan angka kemiskinan dengan program-program di Kementerian.

"Kita minta Pak Menteri mendorong Aceh menekan angka kemiskinan, melalui program-program yang ada," sambung Adnan Ganto.

Menteri Agama Fachrul Razi yang mengenakan kemeja batik dan topi, menyadari bahwa persoalan Aceh mejadi tanggungjawab bersama seluruh pihak. "Kita kerjakan apa bisa lakukan untuk Aceh melalui cara kita," katanya.

Ia menyebut pertemuan itu sebagai dialog santai. Menteri Fachrul Razi  banyak bercerita tentang perkembangan terkini di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dan negara-negara lain yang dilukiskan begitu berambisi sebagai negara paling terbuka di dunia.

Menteri Fachrul Razi dalam pertemuan itu juga sempat menyinggung laporan penelitian tentang rendahnya  kerukunan beragama di Aceh bersama-sama dengan Sumatera Barat. Ia juga menanyakan tentang hukum cambuk, yang banyak dipersoalkan oleh pihak luar negeri.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved