Corona Serang Dunia
Obama Sebut Trump Kacau Balau Soal Corona, Jumlah Penganggur Tembus 33 Juta
Sedangkan jumlah korban meninggal di AS juga mengalami kenaikan sebanyak 1.557, menjadi 77.034 orang.
SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat (AS) hingga saat ini menempati ranking pertama di dunia terkait penyebaran Covid-19. Tak pelak, mantan Presiden Barack Obama menyebut pemerintah Donald Trump kacau balau dalam menangani virus mematikan itu.
Hingga Sabtu (9/5/2020) waktu setempat atau Minggu WIB, jumlah kasus virus corona mencapai 1.274.036 orang, ada kenaikan 25.996 kasus dari jumlah sebelumnya.
Sedangkan jumlah korban meninggal juga mengalami kenaikan sebanyak 1.557, menjadi 77.034 orang.
• Virus Corona Serang Gedung Putih, Donald Trump dan Wapres Pence Tes Tiap Hari
• Trump Sebut Covid-19 Akan Hilang Tanpa Vaksin
• Donald Trump: Intelijen Baru Saja Melapor kepada Saya Bahwa Saya Benar
Kritik tersebut diungkapkan Obama ketika melakukan pembicaraan jarak jauh dengan para mantan anggota pemerintahannya. Obama tidak menggubris tudingan Trump yang menyalahkan pemerintahannya atas berbagai masalah terkait dengan persediaan peralatan medis untuk memerangi pandemi.
Dalam seruannya kepada 3.000 anggota Asosiasi Alumni Obama, yaitu orang-orang yang bertugas dalam pemerintahannya, Obama mengajak mereka mendukung calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Pemilihan presiden AS bakal dilakukan 3 November mendatang. Obama mengatakan pemilihan umum sangat penting karena apa yang akan kita lawan bukan hanya individu atau partai politik tertentu.
• Rudal Canggih Rusia Buat Barat Gelisah, Trump Salahkan Obama Sebagai Penyebab Turki Beli S-400
• Lagi-lagi Tuding China, Donald Trump Mengaku Punya Bukti Covid-19 dari Laboratorium
• Ketegangan AS dan Cina Meningkat Setelah Donald Trump Sampaikan Ini
"Apa yang kita lawan adalah kecenderungan jangka panjang di dalam kehidupan warga AS yang menjadi egois serta melihat orang lain sebagai musuh," ujar dia.
Dia mengatakan, ini adalah satu alasan mengapa respons terhadap krisis global ini sangat kurang.
"Pandemi akan bertambah buruk bahkan dengan upaya terbaik dari pemerintah. Pandemi ini menjadi bencana yang sangat kacau ketika pola pikir seperti 'apa untungnya bagi saya' digunakan di dalam pemerintah," ujar Obama.
Oleh karena itu ia akan mencurahkan waktu sebanyak mungkin berkampanye untuk Joe Biden. Sejauh ini kantor Obama menolak berkomentar mengenai informasi kritik tersebut.
• Disinfektan Sebabkan Banyak Kasus Keracunan di AS, Donald Trump Tak Mau Bertanggung Jawab
• Pandemi Corona Belum Selesai, Amerika Kini Dibayangi Teror Tawon Ndas
Juru Bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan tindakan Trump terhadap virus corona telah menyelamatkan nyawa warga Amerika.
Jajak pendapat nasional menunjukkan persaingan ketat antara Trump dan Biden dengan enam bulan tersisa sampai pelaksanaan pemilu. Biden memimpin di beberapa negara bagian.
Secara global saat ini terdapat lebih dari 4 juta kasus Covid-19. Sedang jumlah kematian juga meningkat, melampaui 277 ribu orang. Para pakar memeperingatkan jumlah kasus yang sebenarnya kemungkinan lebih tinggi, sebab jumlah pengetesan yang rendah di banyak negara membuat data itu menjadi tidak tepat.
Kematian menurun
Jumlah pengangguran di AS tembus 33,3 juta, imbas pandemi virus corona. Di tengah penyebaran virus corona, Trump umumkan rencana pembukaan kembali AS secara bertahap.
Inggris jadi negara pertama di Eropa dengan lebih dari 30 ribu kematian akibat virus corona. Namun jumlah kematian dalam sehari terus menurun di sejumlah negara, termasuk Spanyol. Muncul kekhawatiran relaksasi karantina wilayah akan memicu munculnya serangan gelombang kedua Covid-19.